TIKO, seorang anak yang sudah 11 tahun merawat ibunya karena mengidap depresi di rumah mewah miliknya, di kawasan Jakarta Timur. Tiko merupakan anak satu-satunya dari ibu tersebut.
Ibunya Tiko diketahui bernama Eny Sukaesih. Kini, usia Tiko sendiri sudah menginjak 23 tahun. Kisah Tiko itu viral setelah dibagikan oleh akun Youtube Bang Brew TV. Berikut sejumlah faktanya :
1. Dulu Kaya Raya Kini Jatuh Miskin
Kisah pilu Tiko dimulai sejak ayahnya pergi meninggalkan ibunya. Tiko merasakan ada keanehan terhadap kondisi sang ibu yang mulai kurang sehat dan suka berbicara sendiri.
BACA JUGA:Sudin Gulkamart Bantu Bersihkan Rumah Tiko yang Viral Rawat Ibu di Rumah Mewah Tanpa Listrik dan Air
"Sejak 2011-2013 ibu kurang sehat suka ngomong sendiri, suka marah-marah," cerita Tiko dikutip Okezone dari Youtube Bang Brew TV, Selasa (3/1/2023).
2. Jualan Cilor hingga Petugas Keamanan
Tiko tak surut untuk terus merawat ibunya. Ia sempat bekerja untuk menghidupi keluargnya dengan menjadi pedagang cilor. Kini, ia dipercaya warga di lingkungan tempat tinggalnya untuk menjadi anggota petugas keamanan.
Sementara rumah mewah yang dihuni ibunya tampak tak terurus dan terbengkalai. Bahkan, rumah tersebut sudah tidak ada listrik dan air.
"(Untuk makan) saya kerja, saya pulang. Untuk belanja sendiri Ibu masih bisa. Tapi kalau untuk ngobrol itu udah gak bisa karena semua orang dianggap musuh," kata Tiko.
3. Ditinggal Sang Ayah yang Rekanan Kemenkeu
Tiko mengatakan, sang ayah bernama Herman Moedji Susanto yang kini keberadaannya tak diketahui. Dulunya merupakan rekanan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Saat meninggalkan Tiko dan ibunya, umurnya sudah sekitar 80 tahun.
"Saya tahunya cerai, kalau gak salah pergi pulang ke kampung Madiun," tuturnya.
Sang ayah, kata Tiko sempat pulang. Namun, hanya semalam kemudian pergi kembali dan hingga kini tak kembali. Dibenak Tiko, ada rasa kangen dengan sang ayah, namun ia memahami bahwa kondisinya tak memungkinkan.
Sementara saudara juga hilang kontak sejak ayahnya pergi. Namun, memang sempat ada yang datang ke rumah, kata Tiko, menggunakan mobil. Sayangnya Tiko tak sempat bertemu dengan kerabat yang datang itu.
"Sejak papah pergi lost, gak tahu jejaknya ke mana. Datang di 2020 atau 2019, mobil nopolnya plat W (Sidoarjo)," kata Tiko.
4. Ogah Jual Rumah Mewahnya
Meski sudah tak terurus, rumah besar dan mewah yang dihuni ibunya Tiko itu tak akan dijual, menurut pengakuan Tiko. Sebab, menjadi peninggalan orangtuanya.
"Gak ada niat dijual karena peninggalan orangtua," ujarnya.
5. Petugas Damkar Bersihkan Rumah Tiko
Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Keselamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur, melakukan kerja bakti pembersihan rumah tersebut bersama petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU),
Kasie Ops Sudin Gulkarmat Jakarta Timur, Gatot Sulaeman mengatakan, kegiatan pembersihan tersebut, dilakukan berdasarkan laporan permohonan sejumlah relawan di lingkungan rumah Tiko tersebut.
"Kami melakukan pembersihan dengan 12 personil guna melakukan penyemprotan air sehingga bisa membersihkan lantai rumah yang dipenuhi debu sampai hitam," ujar Gatot saat ditemui di lokasi, Cakung, Rabu (4/1/2023).
Pihaknya menargetkan pembersihan tersebut untuk selesai pada Rabu siang ini. Ia menjelaskan, pembersihan diarahkan pada debu-debu yang ada di lantai dan dinding, untuk di langit-langit rumah hanya dilakukan penyemprotan air secara ringan (spray).
"Kami menggunakan mobil pompa air sebanyak 4000 liter. Untuk tanaman liar yang ada, sudah ditangani oleh petugas PPSU, sehingga rumah ini untuk sirkulasi udaranya sudah masuk," jelas Gatot.
Gatot mengungkapkan, pihaknya bahkan menemukan sejumlah barang-barang yang tertulis telah ada sejak tahun 2003. Ia mengatakan hal tersebut berdasarkan temuan kalender dinding yang telah ada sejak 20 tahun lalu.
6. Sang Ibu Dibawa ke Rumah Sakit Jiwa
Setelah berpisah dari ibunda Tiko, ayahnya pulang kampung ke Madiun. Sehingga menjadi pemicu Ibu Eny mengalami depresi hingga bertingkah bak orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Sementara itu, seingat Tiko sang ayah berusia 80-an saat bercerai dengan ibunda ketika dirinya masih kecil. Mengakui ibunya ODGJ, Tiko sempat menolak saat Ibu Eny dibawa dinas sosial ke rumah sakit jiwa.
Tiko yang saat ini beranjak dewasa memilih tetap bersama ibunya meski jalan yang ia ambil cukup berat. Sementara Ibu Eny sangat sensitif dengan kehadiran orang yang tidak dikenalnya. Bahkan sempat menyerang orang yang datang ke rumahnya. Hal inilah yang membuat rumah tersebut tidak terurus dengan baik.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.