Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gempa M5,1 Guncang Malang, Ini Analisis BMKG

Binti Mufarida , Jurnalis-Selasa, 17 Januari 2023 |13:04 WIB
Gempa M5,1 Guncang Malang, Ini Analisis BMKG
Gempa guncang Malang, Jawa Timur (Foto: BMKG)
A
A
A

JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadi gempa dengan kekuatan magnitudo (M)5,1 mengguncang Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa 17 Januari 2023 pukul 11.36.12 WIB.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan Magnitudo M4,8. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 9,14° LS ; 112,48° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 111 Km arah Barat Daya Kabupaten Malang, Jawa Timur pada kedalaman 65 km.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi intraslab kedalaman menengah, akibat deformasi pada batuan dalam Lempeng Samudera Indo-Australia,” ujar Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangan resminya.

BACA JUGA:Gempa M5,1 Guncang Malang, BPBD : Belum Ada Laporan Kerusakan 

Daryono menambahkan, dari hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Sementara itu, gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Karangkates, Sumbermanjing Wetan dengan skala intensitas III-IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah).

Kemudian, di daerah Kepanjen, Lumajang, Malang dengan skala intensitas II-III MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang). Dan selanjutnya di daerah Badung, Blitar, Trenggalek, Pacitan, Bondowoso dengan skala intensitas II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” kata Daryono.

 BACA JUGA:Gempa M5,1 Malang, Guncangannya Terasa di Blitar hingga Badung

Sementara itu, Daryono mengatakan hingga pukul 12.00 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

“Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali ke dalam rumah,” imbau Daryono.

(Arief Setyadi )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement