Share

Sejumlah Perwira di Pangkalan Rudal Nuklir Idap Kanker Langka, Militer AS Gelar Penyelidikan

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 24 Januari 2023 14:35 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 24 18 2752004 sejumlah-perwira-di-pangkalan-rudal-nuklir-idap-kanker-langka-militer-as-gelar-penyelidikan-5xMuxVh3R5.jpg Foto: US Air Force.

WASHINGTON - Militer Amerika Serikat (AS) menyelidiki sembilan kasus kanker darah di antara para perwira yang bekerja puluhan tahun lalu di Pangkalan Angkatan Udara (AFB) Malmstrom, sebuah lokasi peluncuran nuklir utama di Negara Bagian Montana. Penyelidikan ini pertama kali dilaporkan oleh AP pada Senin, (23/1/2023) dan dikonfirmasi oleh pejabat Pentagon.

Semua petugas yang menderita telah bertugas di silo pangkalan, rumah bagi sekira 150 rudal balistik antarbenua dengan hulu ledak nuklir Minuteman III, selama setidaknya 25 tahun lalu. Diagnosis pada setiap kasus adalah limfoma non-Hodgkin, sementara salah satu petugas meninggal karena penyakit tersebut.

“Ada indikasi kemungkinan hubungan antara kanker (ini) dan layanan kru tempur rudal di Malmstrom AFB,” kata Letnan Kolonel Daniel Sebeck dalam slide yang disajikan pada pengarahan militer awal Januari dan dikutip oleh AP.

“Missileers (petugas rudal) selalu memperhatikan bahaya yang diketahui, seperti paparan bahan kimia, asbes, bifenil poliklorinasi, timbal dan bahan berbahaya lainnya di lingkungan kerja,” katanya, sebagaimana dilansir RT.

BACA JUGA: AS Sukses Uji Coba Rudal Balistik Antarbenua Minuteman III

“Jumlah petugas misil yang mengidap kanker, khususnya limfoma,” sangat memprihatinkan, tambah Sebeck.

Ini menjadi masalah penting bagi Angkatan Luar Angkasa AS karena sebanyak 455 mantan perwira rudal kini bertugas di Angkatan Luar Angkasa, termasuk empat orang yang didiagnosis menderita limfoma.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Dihubungi oleh AP untuk dimintai komentar, Sebeck menolak untuk menguraikan lebih lanjut tentang penyelidikan tersebut.

Sementara itu, Juru Bicara Angkatan Udara Ann Stefanek membenarkan bahwa “pemimpin senior menyadari kekhawatiran yang muncul tentang kemungkinan hubungan kanker yang terkait dengan anggota kru tempur rudal di Malmstrom AFB.”

“Informasi dalam pengarahan ini telah dibagikan dengan ahli bedah umum Departemen Angkatan Udara dan profesional medis kami bekerja untuk mengumpulkan data dan memahami lebih banyak,” tambahnya.

Mengingat bahwa hanya sekira 400 perwira yang diyakini bekerja dengan peluru kendali di pangkalan itu pada satu waktu, tingkat limfoma non-Hodgkin di dalamnya tampaknya jauh di atas apa yang terdaftar pada populasi umum. Menurut American Cancer Society, penyakit ini hanya menyerang sekitar 19 orang dari setiap 100.000 orang di seluruh AS setiap tahunnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini