Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Wapres Sebut Wacana Vaksin Covid-19 Berbayar untuk Kurangi Beban Subsidi

Binti Mufarida , Jurnalis-Kamis, 26 Januari 2023 |13:55 WIB
Wapres Sebut Wacana Vaksin Covid-19 Berbayar untuk Kurangi Beban Subsidi
Wapres Maruf Amin/ Foto: Setwapres
A
A
A

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin ikut memberikan respon terkait rencana vaksin Covid-19 berbayar yang dilontar oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. Meskipun, rencana vaksin Covid-19 berbayar ini hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang bukan penerima bantuan iuran (PBI).

Sehingga, masyarakat mampu bisa membeli vaksin jika sedang membutuhkan. Wacana vaksin Covid-19 berbayar ini dilakukan dalam rangka transisi pandemi menuju endemi. Nantinya vaksin akan berbayar dengan kisaran harga Rp150 ribu per dosis.

 BACA JUGA:Polisi Akan Sebar Buku Panduan SIM ke Sekolah, Tempat Publik hingga Medsos

“Memang ada wacana untuk booster kedua (berbayar) ini, untuk yang pemegang PBI dibebaskan. Tapi untuk non PBI itu dia diwacanakan untuk berbayar,” kata Wapres usai menghadiri acara di Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta, Kamis (26/1/2023).

Lebih lanjut, rencana vaksin Covid-19 berbayar ini bertujuan untuk saling gotong-royong dan mengurangi beban subsidi. “Supaya kurangi beban subsidi juga menghidupkan kita untuk saling membantu bergotong-royong, yang kuat membantu yang lemah, sehingga rasa solidaritas saling membantu ada dan beban subsidi ini bisa berkurang,” kata Wapres.

 BACA JUGA:Ini Identitas 11 TKW Korban Penipuan Wowon

Wapres menegaskan jika vaksin Covid-19 berbayar telah disetujui dipastikan harganya tidak akan memberatkan. “Bagi mereka yang bukan pemegang PBI dia diberikan bisa bayar sendiri dengan harga yang wajar terjangkau dan gak memberatkan. Dan kemudian orang karena bayar gak mau di booster, mangkanya harganya gak halangi orang untuk melakukan booster,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wapres mengatakan pemerintah saat ini berupaya untuk meningkatkan imunitas masyarakat. Salah satunya dengan pemberian booster kedua yang mulai diberikan untuk masyarakat umum sejak 24 Januari 2023 lalu.

“Kita akan terus masyarakat memiliki imunitas, kekebalan karena itu terus dilakukan vaksinasi kalau yang belum vaksin lengkap agar vaksin lengkap kemudian di booster kemudian di booster kedua sudah masuk,” tandasnya.

(Nanda Aria)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement