"Apalagi, ketika ditanya siapa saja yang sudah menonton dan ada perkataan, Kalau bocor, saya berempat yang harus bertanggung jawab. Kondisi psikis saya sudah sangat down dan sangat tertekan serta terancam," ujar Arif di PN Jaksel.
Dalam pleidoinya itu, dia menjelaskan apakah sulit untuk memahami posisi dia kala itu. Mungkin lebih mudah dipahami jika dianalogikan dengan ungkapan, bagaikan individu yang terkena sakit menular, maka dipisahkan dari kawanan agar bisa dipantau secara terus menerus.
"Keadaan yang disalahgunakan ini membuat saya akhirnya tidak ada pilihan selain diam dan sebagai tindakan akomodatif serta mencari solusi, saya dan Baiquni menyiapkan rencana cadangan," tutup Arif.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.