Lebih lanjut dia mengatakan, Beijing seyogyanya memberi kemerdekaan bagi jutaan muslim Uighur, supaya etnis minoritas ini dapat hidup dan menentukan masa depan ditanah kelahiran mereka, yang di koptasi serta di klaim Beijing sebagai wilayah negara China.
“Kami perwakilan mahasiswa dari seluruh kampus dan universitas di Indonesia yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Islam (AMI) menuntut China bertanggung jawab atas kematian ratusan muslim Uighur dalam Tragedi Berdarah Ghulja 5 Febuari 1997,” tutupnya.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.