Share

Turunkan Stunting, Ganjar Libatkan Ahli Gizi hingga ke Tingkat Puskesmas

Eka Setiawan , MNC Portal · Jum'at 03 Februari 2023 21:57 WIB
https: img.okezone.com content 2023 02 03 512 2758835 turunkan-stunting-ganjar-libatkan-ahli-gizi-hingga-ke-tingkat-puskesmas-2e0QqwKRVI.jpg Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo/Pemprov Jateng

JATENG- Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo melibatkan ahli gizi dan kader kesehatan hingga ke tingkat puskesmas untuk menggenjot penurunan angka stunting.

Penurunan stunting Jateng lebih cepat dibanding nasional. Pada tahun 2019, stunting Jateng dan nasional ada di angka 27 persen. Sementara di 2022 Jateng berhasil turun di 20,9 persen, sementara nasional masih 24 persen. Ganjar pun menargetkan angka stunting di Jateng jadi 14 persen di tahun 2023 ini.

(Baca juga: Eksklusif! 5 Nama Ini Disuarakan Kader PPP untuk Jadi Cawapres)

"Karena puskesmas itu tempat yang paling familiar untuk mereka bisa selalu memeriksakan kesehatannya," kata Ganjar saat meninjau penanganan stunting di Posyandu, dikutip, Jumat (3/2/2023).

Nantinya, ahli gizi dan kader-kader kesehatan tersebut akan menjelaskan kepada ibu hamil terkait stunting seperti gizi, anemia, hingga kondisi ibu hamil yang berisiko tinggi. Tak hanya itu, Ganjar menyebut mereka juga akan memantau perkembangan kesehatan ibu hamil dan balita.

"Dengan cara itu, pertumbuhan-pertumbuhan bayi yang punya problem kandungan yang punya masalah, semuanya masuk dalam monitor para pelayan kesehatan. Jadi kita harapkan pada saat ibu hamil melahirkan sehat. Ibunya sehat, bayinya sehat," kata Ganjar.

Ganjar juga menyalurkan beras fortifikasi yang telah diperkaya vitamin A, vitamin E, vitamin D, B1, B2, B3, B6, B9 (Asam Folat), B12, zat besi, protein, zinc, yodium, dan kalsium. Beras yang akan digunakan untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) itu mulai disalurkan ke pusmesmas se-Jateng.

Follow Berita Okezone di Google News

"Kita bantukan kepada mereka, dan mulai detik ini kita akan memonitor. Nanti kita akan distribusikan ke tempat-tempat itu dan kades nanti kita minta untuk membantu, kemudian kader-kader kesehatan termasuk ahli gizi agar semua sampai kepada yang berhak," kata Ganjar.

Sementara itu, Ahli Gizi Kabupaten Cilacap, Dyah Kartika Ratnasari menambahkan, pihaknya akan melakukan PMT ke balita beresiko stunting selama 90 hari tanpa putus di puskesmas-puskesmas.

"Jadi itu ada tiga sesi, yang pertama sesi tentang ibu hamil, yang kedua tentang ASI, terus yang ketiga itu tentang KB pasca persalinan karena diharapkan setelah ibu hamil tersebut bersalin, dia memberikan jarak untuk merawat diri sendiri, balitanya juga tumbuh kembangnya lebih baik dan terpantau," katanya.

1
2
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini