JAKARTA - Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman menyebut jika Virus Marburg berpotensi menjadi sebuah pandemi baru yang akan melanda seluruh dunia di masa depan.
“Virus Marburg adalah salah satu virus dalam daftar virus berpotensi pandemi. Penyakit virus Marburg adalah penyakit yang sangat mematikan yang menyebabkan demam berdarah, dengan rasio kematian hingga lebih dari 80 persen,” kata Dicky dilansir Antara, Kamis (16/2/2023).
Dicky menyampaikan jika Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengonfirmasi adanya wabah (outbreak) dari virus Marburg sedang terjadi di Guinea Equatorial, Afrika.
Sejauh ini, WHO telah menemukan 10 orang dinyatakan meninggal dunia. Lebih dari 200 orang sedang mengalami masa karantina dan pembatasan pergerakan mulai diberlakukan oleh pemerintah setempat.
Dicky mengatakan bahwa semua pihak dalam otoritas kesehatan, telah diberi tahu bahwa ada temuan yang mencurigakan terhadap adanya klaster penyakit oleh pejabat kesehatan distrik di sana pada Selasa 7 Februari 2023 lalu.
Baca juga: Pakar Minta Indonesia Waspadai Virus Marburg yang Angka Kematiannya Capai 80 Persen
Dengan adanya kejadian di Afrika yang mulai mendapatkan perhatian WHO, Dicky mengingatkan jika Marburg memiliki spektrum klinis yang tumpang tindih alias mirip dengan virus Ebola. Sayangnya, hingga kini vaksinnya masih dalam tahap pengembangan.
Baca juga: WHO: Guinea Ekuatorial Laporkan Wabah Pertama Virus Marburg
Penyakit Marburg ditularkan melalui kontak dengan cairan tubuh atau jaringan hewan atau manusia yang terinfeksi. Dengan masa inkubasi dua hingga 21 hari. Sejumlah gejala yang penderitanya rasakan, yakni demam, sakit kepala, nyeri otot, dan muntah.