Sosrokartono lahir di Mayong, Jepara, Jawa Tengah 10 April 1887. Sosrokartono bukan orang sembarangan secara intelektual.
Ia merupakan lulusan Universitas Leiden Belanda tahun 1908 Jurusan Sastra Timur dan menjadi murid terpandai Prof Dr. H Kern Leiden. Ia menguasai 37 bahasa, dan karenanya ia disanjung sebagai manusia jenius.
Beragam julukan disematkan atas kepandaiannya oleh kaum intelektual Barat. Seperti De Javanese Prince (Sang Pangeran Jawa) dan De Mooie Sos.
Sosrokartono pernah menjadi jurnalis koran The New York Herald terbitan New York saat berada di Eropa. Kala itu, sedang terjadi Perang Dunia I pecah (1914-1918).
Kemudian, menjadi juru bahasa untuk Sekutu (1918) di Jenewa. Dirinya pindah ke Perancis menjadi mahasiswa pendengar di Universitas Sorbonne, jurusan psikometri dan psikotekhnik.
Sepak terjangnya tak berhenti di situ, dirinya pernah menjadi Pegawai Tinggi Atase Kedutaan Besar Perancis di Den Haag tahun 1921. Sosrokartono kembali ke Indonesia setelah 29 tahun melanglang di Eropa.