Sebelumnya, pada Januari lalu, tabrakan hampir serupa terjadi di Bandara Internasional John F Kennedy New York.
Pada Desember tahun lalu, sebuah pesawat United Airlines yang meninggalkan hidung Hawaii menukik hanya 800 kaki (245 m) di atas Samudra Pasifik sebelum pulih dan melanjutkan perjalanan dengan aman ke San Francisco.
Sehari sebelum sidang Senat, FAA mengatakan akan melakukan "seruan keselamatan untuk bertindak" dan menyusun tim untuk menyelidiki insiden baru-baru ini.
"Kami mengalami periode teraman dalam sejarah penerbangan, tetapi kami tidak dapat menerima begitu saja," kata penjabat FAA Administrator Billy Nolen.
"Peristiwa baru-baru ini mengingatkan kita bahwa kita tidak boleh berpuas diri,” lanjutnya.
Industri penerbangan mengatakan kepada BBC News bahwa gelombang pensiun baru-baru ini, yang dipercepat selama penutupan pandemi Covid, telah menciptakan kekurangan staf di seluruh industri.
Kekurangan itu dirasakan dari departemen bagasi bandara hingga pilot, hingga FAA, agen federal yang bertanggung jawab atas kontrol lalu lintas udara dan keselamatan udara.
FAA, yang dipimpin oleh seorang administrator yang ditunjuk oleh presiden, telah memiliki tiga administrator hanya dalam kurun waktu lima tahun, dan tidak memiliki administrator tetap sejak April tahun lalu.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.