JAKARTA - Pangdam Jaya Mayjen Untung Budiharto memastikan bahwa saat ini jumlah korban kebakaran Depo Pertamina Plumpang masih terus didata.
Sejumlah pihak masih menyinkronkan data tersebut di antaranya data dari TNI-Polri, Damkar, Basarnas, hingga relawan.
"Saya kira itu akan terdata. Kita hanya menyiapkan dapur lapangan untuk konsumsi dan logistik mereka," kata Pangdam di Posko Kebakaran Pertamina, Koramil 01 Koja, Sabtu (4/3/2023).
Ia menambahkan bahwa Kodam Jaya dan Polda Metro Jaya akan menyiapkan dapur lapangan untuk para petugas gabungan yang bekerja dalam kebakaran Pertamina Plumpang.
Baca juga: Selamat dari Kebakaran Pertamina Plumpang, Soka: Allah Masih Sayang
Sementara Pemprov DKI Jakarta juga akan menyiapkan kebutuhan pengungsi imbas kebakaran Depo BBM di Plumpang tersebut.
Baca juga: Pertamina Akan Lakukan Evaluasi agar Kebakaran Depo Plumpang Tak Terulang
"Dapur lapangan kita ada dari Polda, dari Kodam sekarang lagi proses untuk menyiapkan makan untuk para petugas. Kemudian dari Pemda Dinsos juga ada di tempat pengungsi juga ada semuanya. Kita utamakan mereka untuk bisa tersalurkan logistiknya," tuturnya.
Sekadar diketahui, sebanyak 13 korban meninggal akibat dampak kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Koja, Jakarta Utara, Jumat 3 Maret 2023 malam.
Data tersebut telah dimutakhirkan berdasarkan informasi yang tertera di Posko Kebakaran Pertamina Plumpang, Koramil 01 Koja, Jakarta Utara.
Adapun 13 korban meninggal tersebut terdiri dari 10 dewasa dan 3 anak-anak. Belasan jenazah korban itu saat ini telah dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi.
Sementara itu, untuk korban luka bakar sekitar 50 orang yang terdiri dari 49 orang dewasa dan 1 anak-anak. Mereka saat ini tengah dirawat di RS Koja, RS Tugu, RS Pelabuhan, RS Pertamina, dan RS Cipto Mangunkusumo.
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.