Tokoh-tokoh sejarah di sekeliling Nararya Tohjaya yang disebut dalam Pararaton hampir semuanya ditemukan kembali pada prasasti Mula-Malurung seperti Pranaraja, Panji Patipati, Ranggawuni. Pranaraja ternyata adalah pembesar Kerajaan Kediri yang berturut-turut mengabdi kepada Bhatara Parameswara, Bhatara Guning Bhaya, Bhatara Tohjaya dan Bhatara Jayawisnuwardhana Sang Mapanji Seminingrat.
Berkat jasa-jasanya selama mengabdi para ratu di Kediri itu Sang Pranaraja mendapat hadiah tanah di desa Mula dan Malurung, yang terletak di sebelah utara ibukota Daha. Panji Patipati yang dalam Pararaton dikatakan menyembunyikan Mahisa Campaka dan Ranggawuni, ternyata adalah Sang Pamegat di Ranu Kebayan, penyokong kuat Jayawisnuwardhana dalam usaha penyatuan Kediri dengan Tumapel.
Berkat dukungan itu dan dukungan para pembesar lainnya di Kerajaan Kediri Jayawisnuwardhana berhasil menggabungkan Kediri dengan Tumapel, yang telah dikuasai oleh Jayawisnuwardhana sepeninggal Sang Anusapati pada tahun 1248. Selanjutnya Sang Apanji Patipati mengabdi kepada Sri Kertanagara, yang sejak tahun 1254 menurut Nagarakretagama diangkat sebagai raja di daerah Kediri.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.