Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tuduh Iran Membuat Klaim Palsu Barter Tahanan, AS: Pejabat Iran Mengada-ada

Susi Susanti , Jurnalis-Senin, 13 Maret 2023 |08:49 WIB
Tuduh Iran Membuat Klaim Palsu Barter Tahanan, AS: Pejabat Iran Mengada-ada
AS tuduh Iran klaim palsu barter tahanan (Foto: Free The Namazis)
A
A
A

IRANAmerika Serikat (AS) menuduh Iran membuat klaim palsu yang ‘kejam’ bahwa pertukaran tahanan telah disepakati antara kedua negara.

Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian pada Minggu (12/3/2023) mengatakan kepada media pemerintah bahwa kesepakatan telah dicapai, yang mungkin akan segera dilakukan.

Amir-Abdollahian mengatakan kepada TV pemerintah bahwa kesepakatan telah dicapai dalam beberapa hari terakhir.

“Jika semuanya berjalan baik di pihak AS, saya pikir kita akan menyaksikan pertukaran tahanan dalam waktu singkat,” terangnya, dikutip BBC.

Dia menambahkan bahwa Iran sudah siap, sedangkan AS sedang mengerjakan "koordinasi teknis akhir".

Namun juru bicara keamanan Gedung Putih membantahnya, dengan mengatakan para pejabat Iran ‘mengada-ada’.

Gedung Putih menegaskan klaim terbaru ini akan menyebabkan sakit hati bagi keluarga yang terkena dampak.

AS menegaskan klaim itu salah. Juru bicara AS mengatakan Washington berkomitmen untuk mengamankan pembebasan orang Amerika yang ditahan di Iran, yakni Siamak Namazi, Emad Shargi dan Morad Tahbaz.

Adapun eksekutif perusahaan minyak Siamak Namazi, yang memiliki kewarganegaraan ganda AS-Iran, dipenjara selama 10 tahun atas tuduhan memata-matai dan bekerja sama dengan pemerintah AS pada 2016.

Pekan lalu dia melakukan wawancara dengan jaringan berita AS CNN dari penjara Evin Teheran, di mana dia meminta Presiden Joe Biden untuk melakukan apa yang diperlukan untuk mengakhiri mimpi buruk ini.

Emad Shargi adalah seorang pengusaha Iran-Amerika yang ditangkap pada tahun 2018 saat bekerja di sebuah perusahaan investasi teknologi.

Pecinta lingkungan Iran-Amerika Morad Tahbaz, yang juga memegang kewarganegaraan Inggris, dijatuhi hukuman 10 tahun penjara atas tuduhan mata-mata untuk AS dan merusak keamanan Iran pada 2019.

Dia dibebaskan dengan jaminan Juli lalu dengan gelang elektronik - dengan pejabat Inggris mengatakan mereka bekerja sama dengan AS untuk mengamankan "pembebasan permanen" -nya.

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Ali Bagheri Kani, yang sebelumnya mengambil bagian dalam pembicaraan nuklir dengan kekuatan dunia, berada di Oman - negara yang telah lama menjadi mediator antara Teheran dan Washington.

Seperti diketahui, ada ketegangan antara AS dan Iran dalam beberapa tahun terakhir sejak Presiden Donald Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir dan menerapkan kembali sanksi yang sangat merusak ekonomi republik Islam itu.

Iran telah menahan sejumlah warga negara ganda AS-Iran dan warga Iran dengan tempat tinggal permanen AS dalam beberapa tahun terakhir, kebanyakan dari mereka atas tuduhan mata-mata.

Teheran telah meminta pembebasan lebih dari selusin warga Iran di Amerika Serikat selama bertahun-tahun, termasuk tujuh warga negara ganda Iran-Amerika, dua warga Iran dengan tempat tinggal tetap AS dan empat warga negara Iran tanpa status hukum di Amerika Serikat.

Pada 2019, kedua negara melakukan pertukaran tahanan yang membuat peneliti China-Amerika Xiyue Wang dibebaskan ke AS sedangkan tahanan lainnya Massoud Soleimani pergi ke arah lain.

(Susi Susanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement