Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Soedirman Muda, Jadi Kepala Sekolah dan Tokoh Pemuda Muhammadiyah

Tim Okezone , Jurnalis-Rabu, 15 Maret 2023 |06:04 WIB
Kisah Soedirman Muda, Jadi Kepala Sekolah dan Tokoh Pemuda Muhammadiyah
Jenderal Soedirman. (Foto: Dok Okezone.com)
A
A
A

PANGLIMA Besar (Pangsar) Soedirman punya kharisma dan wibawa tersendiri. Soal dua kepribadiannya ini, setidaknya bukan saat merintis karier di PETA dia memilikinya.

Jenderal Soedirman sejak muda ‘membentuk’ dirinya sebagai santri dan kader Muhammadiyah.

Ya, tidak seperti beberapa perwira TNI di masa revolusi yang mengenyam pendidikan Koninklijke Militaire Academie (KMA) sebelum penjajahan Jepang, Jenderal Soedirman justru aktif sebagai pengurus kepanduan dan menjadi guru.

Lahir di Purbalingga pada 24 Januari 1916 dari pasangan Karsid Kartawiraji, seorang mandor di sebuah pabrik gula dan Siyem, kerabat dari Wedana Rembang, Soedirman kecil diasuh dan diangkat anak Wedana (Camat) Rembang Raden Tjokrosoenarjo.

Sejak jadi anak angkat Asisten Wedana inilah, Soedirman kecil bisa belajar di HIS (Hollandsche Inlandsche School). Sekolah ini hanya bisa dinikmati anak-anak priyai Jawa.

Seperti dikutip dari buku ‘Sang Komandan’ karya Petrik Matanasi, selepas sekolah di HIS, pendidikannya lanjut ke Sekolah Taman Siswa dan HIK (Hollandsche Indische Kweekschool) Muhammadiyah, Solo, namun tidak sampai tamat karena kurang biaya.

Di masa-masa mudanya selain bersekolah, Soedirman muda sudah aktif di organisasi Kepanduan Hizbul Wathan (HW). Semacam “Pramuka-nya” Muhammadiyah.

Bahkan selain menjadi guru di Wirotomo pada usia 20 tahun hingga jadi kepala sekolah, Soedirman muda tercatat pernah jadi tokoh Pemuda Muhammadiyah dan memimpin Hizbul Wathan cabang Cilacap.

Pengabdiannya jadi guru dan aktif di Muhammadiyah tak luntur meski gajinya kecil. Sebagai kepala sekolah saja, disebutkan gaji Soedirman hanya 12,5 gulden.

Dari situlah kewibawaan dan kharismanya terbentuk, terutama ketika Soedirman muda sudah terlibat aktif di Hizbul Wathan. Kepanduan Muhammadiyah ini sendiri sudah berdiri sejak 1918 yang awalnya bernama Padvinder Muhammadiyah.

Sebagai kader Hizbul Wathan Muhammadiyah ini, Soedirman muda ditempa militansinya dan sudah mulai tertanam nilai-nilai cinta Tanah Air. Situasi mulai berubah sesudah Belanda menyerah pada Jepang di Kalijati pada 1942.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement