Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Soedirman Muda, Jadi Kepala Sekolah dan Tokoh Pemuda Muhammadiyah

Tim Okezone , Jurnalis-Rabu, 15 Maret 2023 |06:04 WIB
Kisah Soedirman Muda, Jadi Kepala Sekolah dan Tokoh Pemuda Muhammadiyah
Jenderal Soedirman. (Foto: Dok Okezone.com)
A
A
A

Ketika Jepang membuka PETA, Soedirman muda mulai “berkenalan” dengan kemiliteran. Karena latar belakangnya sebagai kepala sekolah, Soedirman bisa masuk sekolah perwira PETA di Bogor.

Militansi dan kedisiplinannya kian ditempa selama tiga bulan untuk kemudian menjadi Chudancho (Komandan Kompi, setara Kapten). Pendidikannya diteruskan hingga mencapai tingkatan Daidancho (Komandan Batalyon, setara Mayor/Letnan Kolonel).

Selepas gemblengan keras di sekolah perwira PETA di Bogor, lahirlah “Soedirman baru” yang sudah mengerti betul sejumlah metode-metode perang ala Jepang dan menjadi komandan Daidan (Batalyon) di Kroya, Cilacap.

Namun PETA dibubarkan seiring menyerahnya Jepang pada sekutu. Pasca-Proklamasi 17 Agustus 1945, Soedirman meleburkan dirinya ke Badan Keamanan Rakyat (BKR, cikal bakal TKR/TNI) di Banyumas dengan pangkat Kolonel.

Keberhasilan pertamanya sebagai salah satu perwira tentara republik, adalah sanggup mengklaim sejumlah senjata Jepang setelah melakukan pelucutan tanpa pertumpahan darah di Banyumas. Pelucutan yang termasuk jumlahnya sedikit jika dibandingkan dengan beberapa tempat lain dengan cara kekerasan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement