Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Cerita Kiai Badrudin Trenggalek Lawan Penjajah dengan Jagung, Pasir dan Garam

Tim Okezone , Jurnalis-Jum'at, 24 Maret 2023 |03:09 WIB
Cerita Kiai Badrudin Trenggalek Lawan Penjajah dengan Jagung, Pasir dan Garam
Ilustrasi (Foto: Dok Istimewa)
A
A
A

JAKARTA - Peran ulama tak bisa dipisahkan dalam kemerdekaan Indonesia. Salah satunya cerita Kiai Badrudin asal Trenggalek yang ikut mempertahankan kemerdekaan dari serangan Belanda dengan membawa jagung, pasir, dan garam.

Menukil buku 'Biografi Tiga Tokoh Darussalam, Kisah Perjalanan Hidup Masayikh', kisah perjuangan Kiai Badrudin berawal saat Pemerintah Indonesia meminta setiap daerah mengirim perwakilannya untuk berjihad.

Trenggalek menunjuk Kiai Badrudin dengan didampingi Kiai Mu'in Durenan. Kedua tokoh inilah yang turut serta menyingkirkan pasukan Belanda di Surabaya pada 10 November itu.

Saat itu Kiai Badrudin sedang sakit didatangi seorang utusan yang adalah seorang santrinya. Utusan tersebut memohon Kiai Badrudin untuk ikut berperang melawan Belanda. Namun, karena kondisinya masih lemah, Kiai Badrudin tidak bisa ikut berperang.

Namun, utusan yang diketahui bernama Mundzir itu yakin bahwa gurunya tersebut bisa sembuh. Mundzir pun memutuskan untuk menunggu sampai Kiai Badrudin sembuh. Saat malam hari, ketika Kiai Badrudin terlelap dalam tidur, ia seolah mendapat isyarat untuk sembuh.

Dalam mimpi itu, ia merasa kedatangan seorang sufi yang menganjurkan agar mandi di sungai yang ada di timur Masjid Jajar.

Lantas, sufi itupun berpesan agar setelah sembuh Kiai Badrudin berangkat perang ke Surabaya. Dalam mimpi itu, seorang sufi itu berjanji akan membantu Kiai Badrudin dalam berperang. Kiai Badrudin meyakini bahwa seorang sufi yang datang ke dalam mimpinya itu tidak lain adalah Nabi Khidir AS

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement