Karena cuitan itu Alenezi segera dicap sebagai pembangkan, sehingga dia mengumumkan pembelotan. Setelah itu, dia semakin kritis di Twitter dan media sosial, termasuk melalui cuitan yang mengkritik Visi 2030 Putra Mahkota Mohammed Bin Salman dan penghilangan serta pengusiran terkait megaproyek Neom.
Polisi Metropolitan London tidak dapat mengonfirmasi pada saat publikasi apakah mereka sedang menyelidiki kasus Alenezi. Sementara Kedutaan Saudi di Inggris tidak menanggapi pada saat publikasi permintaan komentar.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.