Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mengenal Fenomena Vulkanisme: Ini Tipe Letusan Gunung Berapi Yang Patut Diketahui

Muhammad Fadli Rizal , Jurnalis-Rabu, 29 Maret 2023 |03:01 WIB
Mengenal Fenomena Vulkanisme: Ini Tipe Letusan Gunung Berapi Yang Patut Diketahui
Ilustrasi magma (Dok: Freepik)
A
A
A

ERUPSI - Setiap gunung berapi diketahui memiliki keunikan tersendiri. Baik secara kontur, vegetasi maupun cara mereka erupsi.

Apabila dilihat secara erupsi, letusan gunung dapat dibagi menjadi tiga kategori. Pertama Erupsi mahma, kedua letusan Freatomagma dan ketiga letusan freatik. Mari bedah satu per satu.

Erupsi magma yang disebabkan tekanan gas di dalam perut bumi. Sementara letusan Freatomagma atau hidrovulkanik terjadi akibat adanya kontak antara magma dengan air bawah permukaan atau formasi batuan yang banyak mengandung air menghasilkan abu dan material vulkanik halus.

Erupsi ini dicirikan dengan semburan abu vulkanik yang kadang kala diselingi oleh suara gemuruh dan dentuman. Terakhir, letusan freatik adalah erupsi yang disebabkan adanya kontak air dengan magma. Bedanya dengan erupsi freatomagma, erupsi freatik sebagian besar terdiri dari gas atau uap air.

 BACA JUGA:

Kemudian, dari tiga kategori itu, erupsi dibagi lagi berdasarkan tingkatan kedahsyatan letusan serta tinggi tiang asap. Setidaknya ada enam tipe.

1. Tipe Hawaiian, Tipe ini umumnya berupa semburan lava pijar seperti air mancur dan pada saat bersamaan diikuti leleran lava pada celah-celah gunung berapi atau kepundan. Semburan bisa berlangsung selama berjam-berjam hingga berhari-hari. Karena sangat cair, semburan lava ini bisa mengalir berkilometer-kilometer dari puncak gunung.

Erupsi tipe Hawaiian merujuk pada Gunung Berapi Kilauea yang terkenal akan semburan lavanya yang spektakuler. Dua contoh erupsi jenis ini adalah letusan kawah Kilauea Iki di puncak Gunung Kilauea (1959) dan letusan Maula Ulu pada 1969-1974.

2. Tipe Merapi. Letupan tipe ini diambil dari letusan gunung Merapi. Tipe letusan ini biasanya terjadi pada gunung api tipe andesit yang berbentuk kerucut. Fragmen-fragmen guguran lava terbentuk ketika kubah lava tidak stabil pada gunung api.

3. Tipe Strombolian hampir sama dengan Hawaiian berupa semburan lava pijar dari magma yang dangkal, umumnya terjadi pada gunungapi sering aktif di tepi benua atau di tengah benua. Nama Strombolian diadopsi dari letusan gunung Stromboli di Italia.

 BACA JUGA:

Beberapa letusan gunung berapi di Indonesia, seperti Gunung Raung di Bali dan Gunung Sinabung di Sumatera Utara. Letusan tipe ini tidak terlalu kuat, tetapi bersifat terus menerus, berlangsung dalam jangka waktu yang lama, serta tak dapat diperkirakan kapan berakhir.

4. Tipe Vulkanian adalah erupsi magmatis berkomposisi andesit basaltik sampai dasit, umumnya melontarkan bongkahan di sekitar kawah. Material yang dilontarkan tidak hanya berasal dari magma tetapi bercampur dengan batuan samping berupa litik.

Letusan tipe ini dicetuskan Guiseppe Mercalli yang menyaksikan letupan di Pulau Vulcano, sebelah utara Italia, tahun 1888-1890. Letusan ini diawali dengan letusan freatomagmatik yang menghasilkan suara dentuman yang sangat keras. Hal ini terjadi karena adanya interaksi antara magma dan air di bawah permukaan.

Material yang dihasilkan oleh letusan tipe Vulcanian lebih luas dibandingkan letusan tipe Hawaiian dan Strombolian. Letusan tipe Vulcanian pernah terjadi pada gunung api Guego (Guatemala, 1944), Augustine (Alaska, 1976), Sakurajima (Jepang, 1985).

5. Letusan Tipe Pelean Letusan tipe ini dinamai sesuai dengan letusan Gunung Pelee di Pulau Martinique, kawasan Karibia, tahun 1902. Jenis erupsi ini menyerupai letusan Vulkanian, hanya saja terdapat campuran gabungan lava dan tingkat gas yang tinggi. Saat erupsi, lava tersebut cenderung encer dan mengalir dengan kecepatan tinggi sehingga sangat membahayakan.

6. Tipe Plinian, merupakan letusan paling eksplosif. Material yang dilontarkan bisa berupa gas dan abu setingi 50 kilometer dengan kecepatan beberapa ratus meter per detik. Biasanya erupsi tipe Plinian berwujud seperti jamur. Letusan jenis ini dinamai sesuai dengan sejarawan Romawi, Pliny, yang mencatat sejarah meletusnya Gunung Vesuvius pada tahun 79 Sesudah Masehi.

Letusan tipe Plinian bisa menghilangkan seluruh puncak gunung, seperti yang terjadi pada Gunung St Helens pada 1980. Namun, durasinya cukup singkat, kurang dari sehari atau beberapa hari. Beberapa gunung berapi yang mempunyai karakteristik letusan tipe Planian yaitu Krakatau (Indonesia, 1883) dan Tambora (Indonesia, 1815).

(Widi Agustian)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement