KOSOVO - Mantan Presiden Kosovo Hashim Thaci mengaku tidak bersalah atas 10 dakwaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Dia diadili pada Senin (3/4/2023) dengan tiga terdakwa lainnya, dituduh membunuh hampir 100 orang dan kekejaman lainnya termasuk penghilangan paksa.
Tuduhan itu berasal dari perang kemerdekaan Kosovo melawan Serbia pada 1998-99 yang menewaskan lebih dari 10.000 orang.
Thaci adalah salah satu pendiri kelompok yang memperjuangkan kemerdekaan dan dianggap sebagai pahlawan di Kosovo.
Sidang dimulai dengan pernyataan pembukaan dari jaksa. Para hakim juga akan mendengar dari pengacara pembela dan perwakilan dari dewan korban perang Kosovo.
Thaci diadili bersama mantan ketua parlemen Kosovo Kadri Veseli, mantan juru bicara KLA Jakup Krasniqi dan mantan komandan KLA Rexhep Selimi.
Keempat rekan terdakwa, yang merupakan rekan baik selama dan setelah perang, menyangkal melakukan kesalahan.
"Saya memahami dakwaan tersebut dan saya sepenuhnya tidak bersalah," kata Thaci di persidangan, dikutip BBC.
Seperti diketahui, Tentara Pembebasan Kosovo (KLA) didirikan pada awal 1990-an sebagai kelompok militan etnik Albania, di tempat yang dulu merupakan provinsi Serbia, dan selama perang diduga telah melakukan serangan terhadap etnik minoritas Serbia di kawasan itu.
Ketika Kosovo mendeklarasikan kemerdekaannya pada 2008, Thaci menjadi perdana menteri pertama dan kemudian menjadi presiden, tetapi mengundurkan diri pada 2020 untuk menghadapi dakwaan di Den Haag.
Korban dan kelompok hak asasi manusia berharap persidangannya - di pengadilan khusus yang dikenal sebagai Kamar Spesialis Kosovo - akan mengungkapkan apa yang terjadi pada beberapa dari ribuan orang yang hilang selama konflik Kosovo.
Menurut surat dakwaan pengadilan, kejahatan tersebut terjadi di lebih dari 100 lokasi di Kosovo dan Albania utara, di mana warga sipil Serbia diduga ditahan dan dianiaya atau dibunuh.
Gerakan kemerdekaan di Kosovo dimulai setelah keputusan Presiden Serbia Slobodan Milosevic pada 1989 untuk mencabut status pemerintahan sendiri di provinsi itu.
Ketegangan menyebabkan perang skala penuh pada tahun 1998 yang baru berakhir setelah kampanye udara NATO melawan Serbia mendorong pasukannya untuk meninggalkan provinsi tersebut.
Kosovo mendeklarasikan kemerdekaannya secara sepihak pada 2008, dan diakui oleh 99 dari 193 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tetapi bukan Serbia.
Dalam kasus pertamanya, Kamar Spesialis Kosovo memenjarakan 26 tahun komandan KLA Salih Mustafa, yang bertanggung jawab atas penjara tempat penyiksaan terjadi. Dia mengajukan banding atas vonis tersebut.
Pada 2007 – 2012 mantan Perdana Menteri (PM)Kosovo Ramush Haradinaj diadili dua kali dan dibebaskan di Pengadilan Kriminal Internasional untuk bekas Yugoslavia.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.