MALAYSIA - Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim mengaku siap melakukan negosiasi dengan China atas perkara Laut China Selatan (LCS). Hal itu ia lontarkan pada Senin (3/4/2023) waktu setempat.
Anwar Ibrahim menyatakan kesiapannya untuk melakukan negosiasi setelah sebuah think tank melaporkan China melakukan patroli di dekat proyek gas lepas pantai Malaysia.
Pria berusia 75 tahun itu mengatakan isu tersebut dipilih mengingat perusahaan minyak dan gas Malaysia Petronas memiliki platform terbesar proyek eksplorasi yang beroperasi di kawasan perairan itu, yang juga diklaim oleh China.
“Di daerah itu ada klaim serupa dari China. Saya bilang (kepada mereka) sebagai negara yang butuh sumber migas, kita harus jalan terus. Tapi, kalau syaratnya harus ada negosiasi, maka kita siap. untuk bernegosiasi," kata Anwar, seperti dikutip dari Reuters.
BACA JUGA:
Ia mengatakan telah menyampaikan pada Xi Jinping bahwa sebagai negara kecil yang membutuhkan sumber daya, Malaysia menganggap eksplorasi tersebut harus diteruskan.
Anwar Ibrahim menyatakan siap berunding jika harus ada negosiasi untuk memastikan aktivitas tersebut dapat tetap berjalan.
Sebelumnya, China mengklaim kedaulatan atas hampir seluruh Laut China Selatan, yang dilalui kapal dagang bernilai sekitar USD3 triliun setiap tahunnya.
BACA JUGA:
Malaysia, Brunei, Filipina, Taiwan, dan Vietnam juga memiliki beberapa klaim yang tumpang tindih.
China mengklaim sekitar 90 persen Laut China Selatan melalui sembilan garis putus-putus berbentuk U. Garis itu bersinggungan dengan zona ekonomi eksklusif (ZEE) dari lima negara Asia Tenggara.
( Muhammad Fadli Rizal)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.