NEW YORK – Media Amerika Serikat (AS) melaporkan balon China yang terbang di atas AS awal tahun ini berhasil mengumpulkan intelijen dari pangkalan militer selama berhari-hari sebelum ditembak jatuh.
NBC News yang mengutip pejabat AS melaporkan balon tersebut dapat mengirimkan data ke Beijing secara real time.
Menurut seorang pejabat yang dikutip oleh jaringan tersebut, pesawat itu mengambil sinyal elektronik daripada mengambil gambar.
Gedung Putih tidak mengkonfirmasi laporan tersebut.
Namun para pejabat AS mengatakan mereka berhasil membatasi kemampuan pengumpulan-intelijen balon saat melayang di atas negara.
Pada Senin (3/4/2023), seorang juru bicara departemen pertahanan mengatakan bahwa Biro Investigasi Federal (FBI) masih memeriksa puing-puing balon tersebut.
"Kami tahu bahwa balon itu dapat digerakkan dan didorong dengan sengaja di sepanjang jalurnya," kata juru bicara Sabrina Singh, yang menolak mengatakan instalasi militer mana yang dapat diterbangkan oleh balon tersebut.