Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mengenal Ali Anyang, Perawat yang Banting Setir Jadi Tentara Pejuang

Tim Okezone , Jurnalis-Jum'at, 07 April 2023 |07:00 WIB
Mengenal Ali Anyang, Perawat yang Banting Setir Jadi Tentara Pejuang
Monumen Ali Anyang (Foto: Dok Sindo)
A
A
A

Begitu memasuki usia remaja atau masa pendidikan menengah atas, Ali Anyang bercita-cita ingin menjadi penolong medis. Ali Anyang yang telah beranjak remaja memiliki kepedulian sosial tinggi. Dirinya suka membantu orang yang mengalami sakit dan sulit mendapatkan pertolongan medis.

Lantas, Ali Anyang menyampaikan keinginannya itu ke ayah angkatnya. Bercita-cita menjadi penolong medis.

Cita-cita Ali Anyang disambut positif oleh Raden Mas Suadi Djoyomihardjo. Ali Anyang kemudian disekolahkan ayah angkatnya ke Sekolah Juru Rawat Medis di Semarang, Jawa Tengah. Sekolah Ali Anyang di Semarang adalah tempat pendidikan bergengsi. Tetap hanya anak bangsawan dan pemerintah Belanda yang boleh belajar di situ.

Setelah lulus Sekolah Juru Rawat dan resmi menjadi perawat medis, Ali Anyang sempat bekerja di Rumah Sakit Umum Semarang dan Rumah Sakit Umum Sui Jawi, Pontianak. Namun, ketika masa bekerja sebagai perawat medis di Pontianak inilah semangat pergolakan Ali Anyang untuk melawan kolonialis Belanda muncul.

Ali Anyang terlibat aktif dalam pembentukan Panitia Penyongsong Republik Indonesia (PPRI). Organisasi yang didirikan oleh para pemuda di seluruh Tanah Air untuk menyambut dan menjaga kemerdekaan Republik Indonesia. Sedangkan Ali Anyang tercatat sebagai pembentuk dan pengurus PPRI Pontianak.

Perlawanan Ali Anyang pertama kali bersama PPRI Pontianak saat menggempur markas dan gudang peluru Belanda pada 12 November 1945. Semangat Ali Anyang untuk bertempur melawan tentara Belanda tumbuh saat mengetahui pasukan militer Australia yang diboncengi NICA mendarat di Pontianak pada 29 September 1945 dan langsung mengambilalih kekuasaan di Kalimantan Barat. Belanda dan sekutunya mengkhianati kemerdekaan Indonesia yang telah diproklamirkan.

Ali Anyang yang perawat media telah berubah menjadi pejuang kemerdekaan nan hebat serta pantang menyerah. Jiwa tempur melawan penjajah Ali Anyang makin bertambah ketika didaulat sebagai Komandan Pasukan Barisan Pemberontak Republik Indonesia (BPRI) Kalimantan Barat.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement