Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ketika Peneliti Jerman Timo Duile Bongkar Sosok Kuntilanak

Tim Okezone , Jurnalis-Jum'at, 07 April 2023 |02:17 WIB
 Ketika Peneliti Jerman Timo Duile Bongkar Sosok Kuntilanak
Illustrasi (foto: dok Freepik)
A
A
A

Kata Timo, Nicholas dan Kline juga menyatakan hal itu dualisme semacam itu 'secara inheren dan hegemoni reduksionistik' (Nicholas dan Kline 2010:198), namun itulah dasar yang digunakan oleh masyarakat Melayu untuk membuat pengertian dunia, dan diterapkan secara pragmatis.

"Saya berpendapat bahwa Islam muncul di sini sebagai kekuatan modernisasi. Islam tidak hanya termasuk dalam kategori yang sama dengan 'kepercayaan tradisional' atau animisme, juga tidak itu oposisi rasionalitas," kata Timo.

"Dengan menerapkan pendekatan dialektis, saya menyarankan bahwa mitos dan rasionalitas saling berbaur. Baik animisme maupun agama cara memberi makna pada alam untuk menguasainya," tuturnya.

Kata Timo, orang Dayak menerapkan animisme secara mimetik yang berkomunikasi dengan roh. Namun, ini menyiratkan upaya untuk menjinakkan roh. Animisme di narasi Kuntilanak bertujuan untuk menguasai alam dengan menambahkan lapisan agama konsep penunggu dan dengan demikian membedakan antara budaya (kota, pes isir) dan alam (pendalaman).

"Dengan menyediakan perangkat mental untuk berkuasa alam, mitos mengandung bentuk pencerahan. Namun demikian, terdapat perbedaan modus mitos dan agama di Kalimantan Barat, tergantung pada organisasi ekonomi dan budaya masyarakat masing-masing," kata Timo.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement