Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ketika Peneliti Jerman Timo Duile Bongkar Sosok Kuntilanak

Tim Okezone , Jurnalis-Jum'at, 07 April 2023 |02:17 WIB
 Ketika Peneliti Jerman Timo Duile Bongkar Sosok Kuntilanak
Illustrasi (foto: dok Freepik)
A
A
A

Sedangkan animisme adalah sebuah modus yang umum di daerah pedesaan Dayak di Kalimantan, dan sekarang juga digunakan oleh para aktivis pribumi, Islam berpengaruh di kota-kota Melayu di mana produk-produk dan tenaga kerja ditawarkan di pasar dan komunitas pesaing dipertahankan bersama melalui identitas seperti Islam, Melayu, dan gagasan terkait masyarakat madani, urbanitas, dan kosmopolitanisme (kebalikan dari pendalaman).

"Konsep penunggu yang diterapkan di pedesaan menawarkan sebuah jalan berurusan dengan alam dengan menyerapnya ke dalam lingkup manusia, setidaknya sampai batas tertentu

derajat. Sebaliknya, Kuntilanak terlempar dari alam manusia ke alam. Namun alam terus menghantui masyarakat, karena struktur narasinya dan cara Melayu modern mendekati alam tidak memungkinkan rekonsiliasi antara budaya/masyarakat dan alam," tutur Timo.

Dulu, kata Timo, proyek Indonesia didasarkan pada gagasan yang adil dan inklusif masyarakat untuk semua warga negara, dan kemajuan dipandang sebagai alat untuk mencapai kehidupan yang baik untuk semua warga negara.

"Sebagaimana masyarakat Orde Baru kekurangan rasionalitas dalam artian itu pembangunan dan kemajuan menjadi tidak terpisahkan dari pembangunan yang adil, dan masyarakat yang manusiawi untuk semua, dan sementara korupsi dan kekerasan terus berlanjut dan kemiskinan terus menjadi isu meskipun pertumbuhan ekonomi yang besar, narasi pembangunan sebagai tujuan itu sendiri mengandung sejumlah besar irasionalitas," tulis Timo.

Kata Timo, irasionalitas ini dalam kerangka rasional pembangunan hidup di Indonesia yang demokratis, dan telah menjadi salah satu wacana utama dalam politik lagi (Warburton 2016). Penelitian lebih lanjut mungkin menyangkut pertanyaan tentang bagaimana ide abstrak pembangunan membangkitkan ide alam dan horor, karena tampaknya alam terus menjadi konstitutif di luar masyarakat yang beradab dan maju. Namun, masyarakat mencerminkan irasionalitasnya sendiri dalam narasi tentang orang lain.

"Kuntilanak dengan demikian mewujudkan ketakutan dan irasionalitas tidak hanya perempuan tetapi juga kodrat sebagaimana dikontekstualisasikan dalam bahasa Indonesia kemodernan. Karena alam dan masyarakat tetap tidak berdamai, Kuntilanak akan tetap menghantui Nusantara," pungkasnya.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement