Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Fakta-fakta Status Siaga Tempur Usai Prajurit TNI Diserang KKB

Muhammad Fadli Rizal , Jurnalis-Rabu, 19 April 2023 |03:03 WIB
Fakta-fakta Status Siaga Tempur Usai Prajurit TNI Diserang KKB
Panglima TNI Laksamana Yudo Margono (Antara)
A
A
A

PAPUA - Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono menyatakan bahwa pihaknya menerapkan operasi siaga tempur di Papua.

KKB Penyandera Pilot Susi Air

Peningkatan status itu setelah gugurnya Pratu Miftahul Arifin diserang Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang diduga menyandera Pilot Susi Air, Phillip Mehrtens.

 "Kita tetap melaksanakan operasi penegakan hukum. Tapi tentunya dengan kondisi seperti ini khususnya di daerah tertentu kita ubah menjadi operasi siaga tempur. Menghadapi serangan seperti ini, yang seperti terjadi tanggal 15 April yang lalu kita tingkatkan menjadi siaga tempur untuk pasukan kita sehingga naluri tempurnya terbangun," kata Panglima, Selasa (18/4/2023).

"Selama ini kan kita operasi teritorial, komunikasi sosial itu tetap kita laksanakan tetapi ketika menghadapi seperti ini ya harus melaksanakan siaga tempur," imbuhnya.

 BACA JUGA:

KKB Hadang TNI

Panglima TNI juga menjelaskan terkait dengan berita yang simpang siur pada peristiwa tanggal 15 April 2023. Sebanyak 36 prajurit TNI saat melaksanakan patroli mencari keberadaan pilot Susi air, dijalan dihadang oleh KKB dan terjadi kontak tembak.

Pratu Miftahul Arifin gugur

Dari kontak tembak tersebut terdiri dari pasukan 36, satu prajurit Pratu Miftahul Arifin gugur dan jatuh ke jurang sedalam lebih kurang 15 meter dan 4 orang lainnya yang luka-luka.

"Tidak semuanya yang luka tembak, ada yang luka kena tembak ada juga luka yang karena jatuh terpeleset karena memang medannya ini kan miring, sehingga ketika mungkin bertempur mereka melihat situasi seperti itu dan sebagainya ada yang terpeleset," jelasnya.

 BACA JUGA:

“Tapi alhamdulillah kondisinya mereka sehat semua. Karena masih bisa lihat saya tadi langsung bilang selamat siang Panglima. Berarti masih sadar. Tadi saya jemput di sana dengan Pak KSAD juga malah ada yang bilang Komando. Itu artinya mereka masih sadar Alhamdulillah mudah-mudahan ini mereka bisa sehat kembali dan pulih dari luka,” ungkap Panglima TNI.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement