Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Situs Laskar Mataram vs VOC Riwayatmu Kini, Kumuh dan Jadi Pangkalan Truk

Tim Okezone , Jurnalis-Rabu, 19 April 2023 |06:01 WIB
Situs Laskar Mataram vs VOC Riwayatmu Kini, Kumuh dan Jadi Pangkalan Truk
Situs pertempuran laskar Mataram (Foto: Dok Doddy Handoko)
A
A
A

JAKARTA - Situs pertempuran laskar Mataram saat melawan VOC abad ke-17 (1628-1629) berubah kawasan kumuh, pangkalan truk, dan dipenuhi bangunan rumah toko di sisi Jalan Tongkol. Saksi bisu sejarah itu berada di areal bekas Kastil Batavia, Kota Tua, Jakarta Barat.

Dulunya tanah lapang. Namun, sisa fondasi Kastil Batavia dan Fort Jacatra belum dikonservasi. Padahal, merupakan peninggalan sejarah bersama Indonesia, Belanda dan Inggris.

Di sekeliling bekas Kastil Batavia juga masih terdapat sejumlah situs bersejarah. "Di dekat Kastil Batavia yang tersisa adalah Galangan Kapal VOC, Gudang Rempah, Gudang Gandum, dan Menara Syahbandar yang didirikan di salah satu fondasi di ujung Kastil Batavia," kata Yahya Saputra, budayawan Betawi, beberapa waktu lalu.

Yahya mengatakan, galangan VOC di sisi barat Kastil Batavia merupakan bekas kediaman Pangeran Jaya Wikrama, penguasa Jayakarta yang kala itu berada di bawah kekuasaan Kesultanan Banten.

Ada juga benteng tepi timur Batavia yang satu-satunya penanda tersisa batas timur kompleks Batavia yang dibangun sekitar tahun 1740. Benteng tersebut terletak persis di pinggir jalan Tol RE Martadinata, Jakarta Utara.

Tinggi dinding masih mencapai empat meter lebih. Benteng tepi timur Batavia memang tersembunyi. Tetapi, dua bangunan benteng berbentuk rumah limas yang saling berhadapan itu dapat dilihat jelas dari jalan layang Tol RE Martadinata.

Benteng sisi timur Batavia itu merupakan satu- satunya yang tersisa sebagai penanda batas wilayah Batavia atau Kota Lama Jakarta di sisi timur sebagaimana dituliskan dalam buku “Sejarah Jakarta, Adolf Heuken".

Dalam bukunya, Heuken menyebutkan bahwa benteng tepi timur Batavia berada di pinggir Sungai Ciliwung. Benteng itu sekaligus dipergunakan sebagai gudang bahan makanan pada zaman VOC Belanda.

Benteng tersebut memiliki dua fungsi. Untuk gudang bahan makanan dan benteng penjagaan wilayah terlihat ada efisiensi penugasan militer.

Sehingga tentara yang berjaga dapat menjaga keamanan persediaan bahan makanan, sekaligus menjaga batas wilayah. Selain itu, benteng tepi timur Batavia juga dikenal dengan gudang gandum (graanpakhuizen).

Gudang ini terletak sekitar ratusan meter setelah Menara Syahbandar dari arah laut. Menara itu sekarang dapat dilihat berada di seberang jalan Gedung Galangan Kapal VOC. Di sebelahnya ada lokasi loji perdagangan Inggris.

Sedangkan di selatan kastil terdapat Pecinan pertama di Jayakarta sebelum akhirnya ketiga situs tersebut dirombak total oleh Belanda dan dinamai sebagai Batavia setelah tahun 1619.

Bangunan benteng tepi timur Batavia, kata Heuken, sebetulnya terdiri atas lebih dari dua bangunan yang letaknya saling berdekatan.

"Namun, beberapa bangunan lainnya di sebelah selatan bangunan yang tersisa sekarang sudah dibongkar untuk jalur jalan layang Tol RE Martadinata," katanya.

Situs lainnya ada juga benteng tepi barat Batavia (Westzijdsche Pakhuizen/Gudang Tepi Barat). Benteng ini sekarang dikenal sebagai bangunan Museum Bahari.

Benteng tersebut sebelumnya berfungsi sebagai gudang bahan makanan. Di benteng tepi barat Batavia dipergunakan untuk menyimpan hasil perkebunan, seperti lada, kopi, teh, atau kain dalam jumlah besar.

Sedangkan benteng tepi timur Batavia dipergunakan untuk menyimpan gandum, beras, kacang tanah, kacang ijo, kue- kue kering untuk perbekalan kapal, dan sebagainya.

Gudang bahan makanan perlu diawasi tentara, sekaligus tentara itu berjaga untuk pertahanan wilayah Batavia. Sehingga sangat terlihat jelas efisiensi yang dilakukan militer zaman VOC Belanda.

(Arief Setyadi )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement