Selain itu memerlukan keahlian dalam membuat makanan tersebut agar hasil patlau dapat diterima lebih baik, bentuknya bagus, kepadatan bagus, serta tidak lupa pastinya rasa juga enak.
Kemudian di lain tempat, Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Forum Komunikasi Orang Bugis (FKOB) Kalimantan Barat Andi Sopian mengatakan bahwa patlau merupakan satu di antara tradisi masyarakat Bugis di Kecamatan Teluk Pakedai.
"Nah ini mengartikan mengapa menggunakan Sokko atau ketan itu karena mengartikan kekuatan atau kesatuan dari Sokko itu yang harus dipukul-pukul, lalu disatukan sehingga menjadi adonan yang kemudian dicetak, direbus, hingga pada akhirnya dapat dinikmati warga,” ujarnya kepada Antara.
( Muhammad Fadli Rizal)