DENPASAR - Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan Councillor Meeting UNIMA (Union Internationale de la Marionnette ), di Denpasar, Bali, Indonesia pada 26 hingga 30 April 2023.
UNIMA Indonesia sebagai pelaksana dari perhelatan ini menyelenggarakan dengan kegiatan Sidang, Festival Wayang Dunia dan seminar Internasional.
Sidang dari keanggotaan UNIMA Internasional yang terdiri dari 100 negara meliputi 5 (lima benua) yang merupakan forum Komunikasi Interaktif Budaya antar para pihak pemangku kepentingan terkait, komunitas seni dan budaya dilingkup internasional guna terjalin saling kontak dan saling tukar menukar informasi dan kerjasama antar benua dan bangsa.
“Kegiatan ini merupakan kondisi prasyarat terwujudnya persahabatan dan kerjasama antar manusia, bangsa dan negara untuk bertujuan hidup bersama yang saling memberikan manfaat, melalui pemajuan kebudayaan dan kemanusiaan,” ujar Ketua Umum Senawangi FH Bambang Soelistyo, Sabtu (29/4/2023).
Mantan Kepala Basarnas ini mengatakan, Senawangi sebagai pelopor berdirinya UNIMA Indonesia pada tahun 2010 di Jakarta berpartisipasi dalam kegiatan ini dengan mengisi pergelaran wayang kolaborasi wayang kulit dan wayang orang serta kegiatan pameran wayang.
Pergelaran wayang ini dikemas dalam fragmen wayang dengan ceritera “ Kembalinya Shinta yang pernah hilang ( The return of disappeared Shinta )” yang digelar di Prime Plaza Hotel Sanur Bali pada tanggal 27 - 28 April 2023.
“Dalam pembukaan acara tersebut digelar pertunjukan wayang padat kolaborasi dari Komunitas Pedalangan Seru dari Bali,” ujarnya.
Dia melanjutkan, Senawangi mengambil peran dengan maksud memanfaatkan segala daya, potensi maupun kekuatan seni dan budaya Indonesia khususnya wayang Indonesia bagi terbangunnya fondasi kokoh arsitektur Indonesia sebagai “Rumah Wayang Dunia” dalam rangka implementasi strategi pemajuan kebudayaan guna meningkatkan ketahanan budaya dan kontribusi budaya Indonesia di tengah peradaban dunia.
Sebagai tujuan dalam partisipasi kegiatan ini dalam rangka mengaktualisasikan semangat dan nilai substantive event Councillor Meeting UNIMA ini dapat berorientasi operasional agar bermanfaat, utamanya dalam konteks kut “memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.
“Dengan melaksanakan program acara menumbuh kembangkan upaya dan kegiatan yang relevan dan berguna bagi kepentingan Ekonomi, Perdagangan, Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Usaha Menengah, Kecil dan Mikro Masyarakat, sebagai kondisi prasyarat kesejahteraan rakyat,”ujarnya.
“Kegiatan ini kata dia sebagai bentuk upaya kebersamaan dengan organisasi pewayangan lainnya dalam mendukung dan mendorong kegiatan budaya khususnya wayang Indonesia dapat tampil dalam upaya ikut mempromosikan budaya Indonesia dan upaya percepatan pemulihan pariwisata di Indonesia melalui event budaya,” pungkasnya.
Partisipasi Senawangi dalam acara Councillor Meeting UNIMA, Festival Wayang Dunia dan Seminar Internasional ini didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI, dan lain sebagainya.
(Fahmi Firdaus )