PENUNJUKAN pengganti Sultan Agung di Kerajaan Mataram konon diwarnai intrik antar sesama putranya. Setelah Sultan Agung bertahta, penguasa Mataram jatuh ke tangan Sultan Amangkurat I atau yang dikenal juga sebagai Sultan Amangkurat Tegalwangi.
Sultan Amangkurat I pun naik tahta sebagai raja keempat Kerajaan Mataram menggantikan ayahnya. Menariknya Amangkurat I atau Amangkurat Tegalwangi ini bukanlah anak tertua dari Sultan Agung. Padahal sebagaimana lazimnya pewaris tahta raja biasanya adalah anak tertua dari ayahnya.
Sosok Sultan Amangkurat I sendiri merupakan anak kesepuluh dari Sultan Agung. Ia juga anak kedua dari permaisuri kedua bernama Raden Ayu Wetan atau yang dikenal Ratu Wetan. Sedangkan permaisuri pertamanya bernama Kanjeng Ratu Kulon atau Ratu Kulon.
Permaisuri pertama itu disebut H.J. De Graaf dalam bukunya "Disintegrasi Mataram : Dibawah Mangkurat I", memiliki nama Ratu Emas Tinumpak sebagaimana disebut juga pada naskah yang tersimpan dalam KITLV. Tetapi setelah melahirkan putranya, Raden Mas Sahwawrat, ia diusir dari keraton entah karena alasan apa.