Harapan yang sia-sia, Sultan Agung justru memarahi kedua belah pihak, tetapi mempertahankan putra mahkotanya. Namun Sultan Agung sempat membuang Sultan Amangkurat I beberapa waktu dari keraton.
Tetapi akhirnya, putra mahkota setelah itu kembali menerima bimbingan dari gurunya, Tumenggung Mataram yang tua itu. Tumenggung Wiraguna yang dalam keadaan marah membunuh istrinya yang dikembalikan oleh putra mahkota, diberi peringatan keras oleh Raja, tetapi tidak dihukum.
Bahkan ketika Sultan Agung mulai menderita sakit, ia menyiapkan Sultan Amangkurat I atau Raden Mas Sayyidin sebagai penggantinya. Sultan Agung bahkan meminta dukungan Tumenggung Wiraguna yang sempat istrinya dibawa lari oleh Raden Mas Sayyidin agar menyukseskan tampuk pergantian kekuasaan itu.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.