Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Guru Sultan Amangkurat I yang Bersahabat dengan Belanda

Avirista Midaada , Jurnalis-Rabu, 03 Mei 2023 |06:06 WIB
Kisah Guru Sultan Amangkurat I yang Bersahabat dengan Belanda
Sultan Amangkurat I (Foto: Istimewa)
A
A
A

PENGUASA Kerajaan Mataram Sultan Amangkurat I dikisahkan mengangkat seseorang untuk menjadi Tumenggung di keraton. Konon seorang itu merupakan orang kepercayaan sekaligus gurunya yang tua itu.

Nama Tumenggung Wiraguna muncul dari hasil surat menyurat pemerintah Belanda masa itu. Konon kenaikan kedudukan bagi bekas guru raja sebagai Tumenggung Mataram, bisa masuk akal.

Dikutip dari "Disintegrasi Mataram : Dibawah Mangkurat I", disebutkan dari utusan Belanda bernama Van Goens konon berkawan akrab dengan sang raja dan ayahnya yang tak lain adalah Sultan Agung.

Dikisahkan Tumenggung Wiraguna ini telah mengasuh dan dianggap menjadi guru bagi Sultan Amangkurat I ketika ia berusia 5 sampai 15 tahun, atau dari tahun 1624 sampai 1634.

HJ De Graaf memiliki anggapan seseorang yang diangkat oleh Sultan Amangkurat I ini bukanlah Tumenggung Danupaya melainkan adalah seorang pembesar dengan gelar sama yang untuk pertama kalinya dijumpai Van Goens pada tahun 1648. Selama krisis tahun 1637 putra mahkota sekali lagi minta bantuan gurunya yang tua ini, menawarkan kepadanya rakyat sebanyak 12 sampai 16 ribu orang.

Utusan Belanda Van Goens itu memandang abdi Istana yang selalu bertindak dengan tepat ini sebagai seorang yang berjiwa matang, pandai bergaul, tidak mempunyai ambisi. Justru ia bersifat lembut dan ramah sekali dan dapat memanfaatkan dunia jauh lebih pandai daripada yang lain. Van Goens menyebut maksud yang lain adalah saingan Tumenggung Wiraguna menjadi abdi terkemuka keraton yakni Tumenggung Wirapatra.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement