Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Pemberontakan saat Pembangunan Istana Mataram yang Berhasil Digagalkan

Avirista Midaada , Jurnalis-Jum'at, 12 Mei 2023 |05:32 WIB
Kisah Pemberontakan saat Pembangunan Istana Mataram yang Berhasil Digagalkan
Ilustrasi Kerajaan Mataram (Foto: Ist)
A
A
A

UPAYA pemberontakan kepada Raja Mataram Sultan Amangkurat I oleh adiknya Pangeran Alit berhasil digagalkan. Pemberontakan itu awalnya direncanakan ketika malam hari saat pekerja paksa baru melakukan pulang melakukan pekerjaannya membangun istana baru.

Saat itu, konon Pangeran Alit memang masih sangat muda berkisar usia 19 tahun. Ia menginginkan mengadakan serangan ke alun-alun selatan. Didukung Tumenggung Danupaya dan Tumenggung Pasisingan, aksi ini tidak lagi mau ditunda.

H.J. De Graaf pada "Disintegrasi Mataram : Dibawah Mangkurat I" bahkan konon mengisahkan beberapa lurah menyokongnya sehingga Pangeran Alit akhirnya memberikan persetujuan pula untuk melakukan serangan.

Tumenggung Pasisingan menentukan bahwa serangan akan dilakukan malam hari sewaktu para pekerja paksa sedang kembali pulang. Pada saat itu, Tumenggung Agrayuda, setelah menerima aba-aba dari ayahnya, bersama orang-orang yang bersenjata harus mulai menyerang dari alun- alun selatan.

Tetapi Pangeran Purbaya cepat mengetahui rencana ini dan memberitahukan kepada Raja Mataram yang menjadi sangat terkejut karenanya. Sultan Amangkurat I lantas memerintahkan agar Tumenggung Pasisingan segera dibunuh begitu tiba untuk bekerja.

Benar saja, ketika Tumenggung Pasisingan tersebut tiba keesokan paginya, ia dibunuh dengan ditikam oleh prajurit-prajurit Mataram yang sudah diberi tahu sebelumnya, atas isyarat Pangeran Purbaya. Para kaki tangannya segera melarikan diri dan memberitahukan kepada Tumenggung Agrayuda.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement