Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ancam Bunuh Warga Muhammadiyah, Peneliti BRIN AP Hasanuddin Kini Jadi Marbot Tahanan

Puteranegara Batubara , Jurnalis-Jum'at, 12 Mei 2023 |17:30 WIB
Ancam Bunuh Warga Muhammadiyah, Peneliti BRIN AP Hasanuddin Kini Jadi Marbot Tahanan
AP Hasanuddin ditetapkan tersangka
A
A
A

JAKARTA - Rahmi, ibu kandung dari Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Andi Pangerang Hasanuddin (APH) mendatangi Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, hari ini, Jumat (12/5/2023).

Rahmi datang bersama dengan kuasa hukum datang untuk menjenguk AP Hasanuddin yang ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri, terkait kasus dugaan ujaran kebencian terhadap Muhammadiyah.

"Anak saya hanya menyampaikan terima kasih mama sudah menyampaikan permohonan maaf, begitu saja sih tadi," ujar Rahmi di Gedung Bareskrim Polri.

Lebih lanjut dia mengatakan, kedatangannya kali ini merupakan temu kangen antara seorang ibu dan anaknya. "Ya paling temu kangen aja lah sama anak," ujar Rahmi.

Kondisi AP Hasanuddin kata Rahmi dalam keadaan sehat dan baik-baik saja di dalam penjara. Bahkan putranya tersebut menjadi marbot di tahanan Bareskrim.

"Alhamdulillah sehat sekarang katanya dia di sini jadi marbot jadi imam kalau Sholat," tutup Rahmi.

Sebelumnya, Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Andi Pangerang Hasanuddin (APH) telah ditetapkan tersangka oleh Bareskrim akibat kata-kata halalkan darah Muhammadiyah yang mengundang kemarahan dari masyarakat.

Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri mengungkapkan modus peneliti Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Andi Pangerang Hasanuddin dalam menyebarkan ujian kebencian bernada ancaman kepada warga Muhammadiyah di media sosial.

Dirtipidsiber Bareskrim Polri Brigjen Adi Vivid Agustiadi Bachtiar menjelaskan, awalnya Andi Pangerang mengomentari salah satu postingan Thomas Djamaluddin di Facebook.

Dalam postingannya, lanjut Vivid, Andi Pangerang menuliskan kalimat 'perlu saya halalkan ga nih darahnya semua Muhammadiyah’. Andi juga menuding Muhammadiyah disusupi organisasi kemasyarakatan (ormas) terlarang.

(Fahmi Firdaus )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement