Berdasarkan bahasa dan isi prasasti tersebut haruslah diakui bahwa telah terjalin hubungan antara Sunda dan Jawa Timur pada masa itu, namun belum bisa dijelaskan hubungan seperti apa. Hubungan tersebut bisa saja seperti antara negara yang telah mengakui kedaulatan Airlangga, atau antara negara jajahan dan yang menjajah.
Sebagaimana diketahui, sejak awal memerintah Airlangga banyak melakukan peperangan untuk menaklukkan negara-negara di sekelilingnya yang baru berakhir pada 1037 (959 Saka). Namun demikian, tak satu keterangan pun yang menyebut nama Parhajyan Sunda sebagai negara yang telah ditaklukkan.
Padahal prasasti-prasasti Airlangga selalu mencatat setiap kejadian dan peperangan yang dilakukannya. Apalagi jika memang Sunda merupakan daerah taklukkan Raja Airlangga maka Sunda tentu mendapat pengaruh dari apa yang terjadi dari negeri yang dipimpin oleh Raja Airlangga ini, sebagaimana halnya wilayah Bali yang mendapat pengaruh dari Airlangga.
(Awaludin)