Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Kerabat Bupati Pacitan yang Tak Mempan Dilukai Senjata Pasukan Pangeran Diponegoro

Avirista Midaada , Jurnalis-Senin, 15 Mei 2023 |06:01 WIB
Kisah Kerabat Bupati Pacitan yang Tak Mempan Dilukai Senjata Pasukan Pangeran Diponegoro
Peperangan kerajaan (foto: dok wikipedia)
A
A
A

PERTEMPURAN sengit terjadi antara pasukan Pangeran Diponegoro dengan koalisi gabungan pasukan Pacitan dan Belanda. Pertempuran ini terjadi di Glesung, yang menyebabkan banyaknya korban jiwa dari kubu pasukan Pacitan dan Belanda.

Bupati Pacitan, Mas Tumenggung Jogokaryo II yang menjadi pemimpin pasukan Pacitan berhasil ditangkap. Ia sempoyongan karena dikeroyok oleh banyak musuh sehingga akhirnya tak kuasa melawannya hingga roboh.

Pasukan Belanda yakni Van Vlissingen dikisahkan juga kewalahan menghadapi pasukan Pangeran Diponegoro yang jumlahnya ribuan orang. Ia meminjam kuda milik Mas Cokrodiwiryo, sebagaimana dikutip pada "Kisah Brang Wetan : Berdasarkan Babad Alit dan Babade Nagara Patjitan", terjemahan Karsono Hardjoseputro

Mas Cokrodiwiryo mengira Tuan Van Vlissingen hendak maju perang sehingga dia memberikan kudanya. Ternyata dugaannya salah, setelah Tuan Van Vlissingen menaiki kuda, kudanya dikeprak pulang melarikan diri. Mas Cokrodiwiryo kemudian mencabut pedangnya dan maju ke tengah, tetapi dia disambut musuh. Tak lama kemudian Mas Cokrodiwiryo tewas dalam pertempuran.

Sementara, Mas Karyosudiro kerabat pasukan Pacitan melihat ayah dan paman pamannya tewas, segera pula mengamuk tidak mengindahkan bahaya. Dia siap menyerahkan nyawanya untuk membela ayah dan paman-pamannya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement