JAKARTA - Kegemilangan organisasi Boedi Oetomo di awal berdirinya, tak lepas dari beberapa sosok yang turut serta menjadi bagian dari perkumpulan tersebut. Sebut saja, Bapak Pers Nasional RM Tirto Adisuryo serta Ernest Fancois Eugene Douwes Dekker.
Tirto yang mengelola penerbitan pers "Medan Priyayi" bahkan menyediakan ruangan khusus untuk ikut mempropagandakan Boedi Oetomo. Sebagaimana ditulis oleh Pramoedya Ananta Toer dalam buku 'Sang Pemula', ia menyebut Tirto bahkan bergabung dengan organisasi bikinan Dr Sutomo cs itu di Bandung, Jawa Barat.
Selain itu, di halaman 115 buku tersebut, dijelaskan bahwa kepopuleran Boedi Oetomo juga tak lepas dari Douwes Dekker melalui curahan gagasan-gagasannya. Baik di dalam negeri seperti koran 'Bataviaasch Nieuwsblad' maupun terbitan-terbitan di luar negeri.
"Pada waktu itu, ia merupakan tokoh yang menjadi perhatian umum karena pengalaman internasionalnya yang unik," sebut Pramoedya dalam buku tersebut.
Terlebih setiap tulisannya, Douwes Dekker menggambarkan bahwa organisasi anak muda Jawa, Boedi Oetomo, telah dicurigai oleh pemerintah Hindia-Belanda sehingga menyembulkan suatu sensasi. Dari goresan-goresan pemikirannya itulah pria kelahiran Belanda itu mendapat julukan sebagai "Javanen Vriend" atau sahabat orang Jawa.