Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Boedi Oetomo Pernah Dikritik Habis-habisan, Pergerakan Pembebasan Berubah Jadi Perkumpulan Priyayi

Tim Okezone , Jurnalis-Sabtu, 20 Mei 2023 |06:30 WIB
Boedi Oetomo Pernah Dikritik Habis-habisan, Pergerakan Pembebasan Berubah Jadi Perkumpulan Priyayi
A
A
A

Meski demikian, jatuhnya BU ke tangan pemerintah kolonial, bukan berarti meruntuhkan semangat pergerakan. Ernest Francois Euigene (EFE) Douwes Dekker, Tjipto Mangunkusumo, dan Soewardi Soerjaningrat (Ki Hajar Dewantara) lantas mendirikan partai berhaluan sosialis, Indische Partij pada 1912.

"Partai tersebut secara terang-terangan menginginkan kemerdekaan melalui jalur parlementer," lanjut Hatta di halaman 17.

Meski waktu itu nama Indonesia belum muncul, tapi cita-cita tersebut menjadi pembahasan di negeri Belanda. Hatta menulis, pada 1923, ia bertemu dengan Douwes Dekker dan menyebut kata Indonesia sebagai cerminan golongan primitif.

Sementara Tirto, lanjut Pramoedya, meneruskan garis perjuangnya melalui Serikat Dagang Islam (SDI) yang didirikan pada 1909. Adapun landasan organisasi tersebut ia namai "Kaum Mardika", terjemahan dari Bahasa Belanda "Vrije Burgers.

"Kaum mardika ialah mereka yang mendapatkan penghidupan bukan dari pengabdian kepada Gubermen (pemerintah kolonial) seperti petani, pedagang, pekerja," tulis Pram.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement