JAKARTA - Pangkat Sarwo Edhie Wibowo pernah diturunkan dari kapten menjadi Letnan Satu oleh Ahmad Yani. Hal itu pun membuat Sarwo patah arang sampai menangis. Dia pun pulang ke Purworejo dan memberitahu ibunya, Surtini.
"Saya berhenti dari tentara," kata Sarwo kepada ibunya, seperti dikutip dari buku "Sarwo Edhie dan Misteri 1965".
Ibunda Sarwo pun menanggapinya dengan dingin. "Kalau kamu jadi tentara hanya mengejar pangkat, silakan keluar," ucapnya.
Perlu diketahui sebelumnya, Ahmad Yani mengajak Sarwo bergabung dalam Batalion III Badan Keamanan Rakyat. Batalion itu dikomandani oleh Yani sedangkan Sarwo bertugas membawa mortir.
Kemudian, saat Yani membentuk Batalion baru, Sarwo diangkat menjadi komandan kompi Batalion V Brigade IX Divisi Diponegoro sampai 1951.
Selain itu, sebelum bertemu Yani, Sarwo pernah mendaftar menjadi heiho (pembantu tentara). Tugas Sarwo hanya memotong rumput serta membersihkan WC dan tempat tidur tentara Jepang.
Ahmad Yani mendengar cerita jika Sarwo ingin berhenti dari tentara. Dengan menggunakan bahasa Belanda, Yani menitipkan pesan untuk Sarwo bahwa dia tidak akan melupakannya.
"Saya memang pernah menyakitkan hati dia. Tapi saya tidak akan pernah melupakan dia," ucap Yani.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.