"Kalau kita lihat pertahun lulusan s1 Tiongkok, dibidang STEM adalah 4.660.000 sarjana tiap tahun, India 2.575.000, Amerika 568.000, Rusia 561.000, Iran 335.000 dan Indonesia 206.000," sambungnya.
Ia percaya, sebenarnya Indonesia mempunyai banyak anak berbakat di bidang STEM. Sebab Intellectual Quotien (IQ) anak bangsa mampu bersaing dengan negara-negara berkembang lainnya.
Maka dari itu, hal tersebut merupakan tantang bagi Indonesia untuk menjadi negara maju, dengan terus melahirkan generasi yang handal dibidang pendidikan tenaga yang handal dibidang STEM. Ia berharap perguruan tinggi bisa membuka kempatan tanpa adanya indikasi nepotisme.
"Saya punya pengalaman sangat nyata, bahwa kalau kita buka kesempatan yang jujur kita buka kesempatan murni berdasarkan hasil tes akademis IQ tanpa surat-surat rekomendasi tanpa embel-embel anaknya siapa ternyata kita bisa menemukan banyak anak-anak kita yang pintar-pintar," pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.