Ia menambahkan, pertama kali isu tuyul diketahui saat uang hasil penjualan beras pemilik warung yang akan dibelanjakan kembali raib.
Saat dicek uang yang disimpan di dalam laci dengan posisi terkunci itu hilang sebanyak Rp100 ribu hingga Rp200 ribu.
Selain uang penjualan beras, uang arisan dan uang pajak iuran warga yang disimpan di dalam laci juga ikut hilang dengan jumlah yang sama. Padahal, kata Euis Karsusi, kunci laci dibawa dan tak ada kerusakan di sekitar laci lemari.
"Maka dari itu warga berinisiatif memasang spanduk agar pelaku yang diduga memelihara tuyul itu sadar dan intinya warga menduga kuat pencuri uang tersebut adalah sosok tuyul," imbuhnya.
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.