Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Cara Orang Jawa Tanggulangi Flu Spanyol: Arak Benda Pusaka, Sembelih Kerbau dan Minum Air Kelapa

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis-Minggu, 04 Juni 2023 |08:00 WIB
Cara Orang Jawa Tanggulangi Flu Spanyol: Arak Benda Pusaka, Sembelih Kerbau dan Minum Air Kelapa
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
A
A
A

Di Yogyakarta, pihak kraton memutuskan menggelar ritual arak-arakan melawan Flu Spanyol pada Desember 1918. Dalam ritual itu, berbagai benda pusaka kraton diarak mengelilingi kota.

Satu pusaka yang diperlakukan paling mewah kala itu adalah Panji Kyai Tunggul Wulung. Menurut sejarawan M.C. Ricklefs dalam Mengislamkan Jawa, Bendera Kyai Tunggul Wulung merupakan salah satu pusaka Kraton Yogyakarta yang dianggap paling suci.

Bendara tersebut, kata Ricklefs, diaykini dibuat dari kain yang digantung di seputar makam Nabi Muhammad SAW. Di ujungnya, terdapat tombak pusaka bernama Kanjeng Kyai Slamet.

“Pusaka Kyai Tunggul Wulung ini sudah digunakan sejak masa kekuasaan Sultan Agung (1613-1646) dan diwariskan secara turun-temurun ke raja-raja setelahnya. Sedari dulu, Panji Kyai Tunggul Wulung ini memang kerap digunakan dalam upacara atau ritual untuk menolak bala penyakit,” kata Ravando.

Warga Yogyakarta berbondong-bondong mengiringi perarakan pusaka tersebut. Dengan dipimpin rombongan ulama, warga terus memberikan doa dan bersolawat tiada henti sepanjang malam hingga pagi datang.

Siang harinya pihak kraton melakukan penyembelihan kerbau bule. Setelah acara ritual itu, pandemi Flu Spanyol mulai mereda di Yogyakarta. Masyarakat meyakini kondisi itu disebabkan oleh pusaka Kyai Tunggul Wulung yang menebar kesaktiannya.

Di Solo, Kasunanan Surakarta melakukan inisiasi untuk penanggulangan pandemi. Itu dilakukan setelah banyak dokter yang menolak memberi pertolongan.

Para dokter kekurangan personil, sementara tingkat penyebaran virus sudah semakin besar. Menghadapi persoalan itu, pemerintahan Surakarta mengeluarkan intruksi untuk menjalankan sebuah ritual yang diyakini dapat menjadi solusi menghadapi gelombang Flu Spanyol di wilayah tersebut.

Dalam ritual ala Kasunanan Surakarta mula-mula dipersiapkan alat-alat pendukung ritual, seperti bunga, kemenyan, dan kelapa muda yang diberi gula.

Kemudian kemenyan dibakar, sambil berdoa memohon keselamatan dari Sunan Lepen untuk seluruh sanak saudara dan keluarga, terutama kesehatan diri pribadi.

Setelah selesai, minum air kelapa muda. Minuman inilah yang dipercaya sebagai obat karena memberikan efek dingin kepada tubuh.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement