Irayad menceritakan, kejadian bermula saat terduga pelaku berkumpul dengan teman-temannya di Kota Tua, Jakarta, karena memiliki waktu kosong usai melaksanakan tugas dari komandan satuannya. J berkumpul sambil melakukan aktivitas meminum alkohol.
"Malam hari itu terduga pelaku bersama kawan-kawannya keluar kemudian minum-minum," katanya.
Saat sedang asyik berkumpul, J didatangi kelompok pengamen yang salah satunya menjadi korban penusukan. Mendengar kumandang adzan subuh pengamen berhenti memainkan musik dan menagih bayar terhadap J.
Akan tetapi J saat itu tidak membawa uang banyak untuk membayar ongkos mengamen itu. Lantas J mencari ATM yang mana diikuti korban di belakangnya dengan menggunakan sepeda motor.
(Arief Setyadi )