Saat ini Aceh sudah memasuki musim kemarau. Menurutnya, wilayah utara dan timur Aceh sudah mulai kekeringan, kendati demikian masih tetap ada potensi hujan ringan di wilayah tertentu. Sedangkan untuk wilayah barat selatan Aceh sudah terjadi kemarau basah.
Kemarau akan terjadi pada periode Juni, Juli, Agustus, September dan Oktober. Kemudian kembali terjadi pada akhir Januari 2024 mendatang. Pada masa itu juga fenomena El Nino semakin menguat dengan adanya IOD menuju positif yang memicu kekeringan.
“Kita prediksikan nanti di bulan itu ada pengurangan tren curah hujan,” ujarnya.
BACA JUGA:
Sebab itu, dalam menghadapi dua fenomena tersebut BMKG telah menyampaikan kepada seluruh unsur terkait di Tanah Rencong agar dengan cepat mengambil langkah antisipasi bagi daerah-daerah yang berpotensi kekurangan air.
BACA JUGA:
Ia menambahkan pemerintah juga tidak mengesampingkan potensi kejadian lain yang sporadis, seperti angin puting beliung, petir, dan angin kencang. Karena Aceh merupakan daerah yang dikelilingi oleh Samudera Hindia, Selat Malaka, dan Teluk Benggala, sehingga ketika musim kemarau, tetapi ada potensi curah hujan.
“Hal ini terjadi karena penghangatan air laut yang menimbulkan penguapan sehingga terjadi pengumpulan awan hujan dengan skala lokal, terutama di dari siang dan sore hari,” ujarnya.
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.