Selain itu, di Desa Kupuk dekat Bedingin, Knebel menemukan padmasana atau singgasana teratai. Sebuah batu yang digambari enam karakter, berbentuk kotak dengan tujuh baris tulisan yang mengelilinginya. Padmasana ini memiliki bagian bawah yang berukiran Ganesha berlengan empat. Patung-patung, batu - batu, dan benda-benda lainnya tersebut konon berasal dari Sirah Keteng.
Prasasti kedua yang ditemukan berasal dari periode Kediri dan berangka tahun 1139. Prasasti ini ditemukan di atas sebuah batu di selatan Ponorogo, yaitu di Dusun Selodono, Desa Karangpatihan. Sedangkan prasasti ketiga yang ditemukan berangka tahun 1204 dan tertulis di atas batu yang rusak.
Prasasti ini ditemukan di Desa Taji yang berada di Magetan (bagian barat Keresidenan Madiun). Dapat dilihat dari tulisan di dalamnya bahwa prasasti terakhir itu menyangkut wilayah perdikan yang mungkin dianugerahkan untuk tujuan keagamaan dan kepentingan Pu Tumambi.
(Awaludin)