JAKARTA - Presiden pertama RI Soekarno pernah nyaris tewas saat menjalankan Sholat Idul Adha. Peristiwa itu terjadi pada 14 Mei pada 1962.
Bersama sejumlah pejabat negara, Bung Karno melaksanakan Sholat Idul Adha di Masjid Baiturahim. Saat sholat memasuki memasuki rakaat kedua hal mengejutkan terjadi.
Seketika ada salah satu jamaah di belakang shaf sang Bung Karno yang melakukan penembakan. Sanusi Firkat, simpatisan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) melepaskan sejumlah tembakan dari jarak 5-6 meter dari belakang.
Dikutip dari buku ‘Sukarno, Tentara, PKI: Segitiga Kekuasaan Sebelum Prahara Politik 1961-1965’, beruntung tembakan Sanusi dari empat shaf di belakang Soekarno meleset.
Namun, peluru mengenai bahu imam Sholat Idul Adha Id yang juga Ketua DPR kala itu, Zainul Arifin. Selain itu, empat jamaah lainnya juga terluka, yakni Ketua Nahdlatul Ulama pada saat itu, KH Idham Chalid, Pengawal Presiden Ipda Darjat, Pengawal Presiden Brigadir Susilo dan pegawai istana Momahad Noer.
Komandan Detasemen Kawal Pribadi Presiden, Mangil Martowidjojo dengan sigap langsung menyergap pelaku. Ia kebetulan memilih untuk tak menunaikan Sholat Idul Adha saat kejadian.