Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban kata Jauhari Mustofa juga memiliki makna khusus selain berbagi dengan sesama dan yang membutuhkan.
"Disyariatkan ibadah haji dan berkurban menyembelih sifat hewani dan ketamakan di dalam diri kita sesuai perintah Allah SWT. Mari jadikan ini sebagai momentum untuk menjadi jatidiri yang lemah dan membutuhkan pertolongan Allah SWT," kata Jauhari.
"Kita berharap Allah memperkenankan kita bertemu lagi dalam Sholat Idul Adha tahun depan. Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail mengajarkan pelajaran kepada kita dengan ketaatan tanpa ragu. Kecintaan kepada Allah SWT taqwa melaksanakan perintahNya melebihi cinta pada keluarga dan harta duniawi," ucap Jauhari Mustofa.
Ia juga mengajak umat muslim untuk menjaga totalitas dalam beribadah dan mentaati perintah Allah SWT dan rasulnya, keyakinan bahwa Allah SWT akan mengganti kurban yang kita berikan dengan lebih baik, berbagi dengan kaum fakir miskin dan dhuafa.
"Harta yang kita miliki adalah titipan untuk dikelola sebaik-baiknya untuk kemaslahatan umat. Keimanan dan syariat haji serta kewajiban berkurban bagi mereka yang mampu dan sehat sebagai rizki yang harus disyukuri," pungkasnya.
Tampak usai khatib selesai berkhutbah, ratusan hingga ribuan jamaah mulai tampak membubarkan diri karena pelaksanaan Shalat Idul Adha sudah selesai.
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) tampak memberikan salam kepada seluruh jamaah yang ada dari barisan shaft paling depan.
Sejumlah warga yang berpapasan dengan Presiden Jokowi tampak meminta foto bersama dengan Jokowi. Meskipun demikian tidak semua warga jamaah beruntung bisa mendapatkan momen foto bersama Presiden tersebut.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.