JAKARTA - Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Asep Guntur, membocorkan perkembangan penyelidikan terkait dugaan pungutan liar (pungli) di rumah tahanan (rutan) KPK. Ditemukan banyak transaksi yang disinyalir terkait suap di rutan KPK.
Saat ini, temuan transaksi-transaksi tersebut sedang didalami tim penyelidik KPK kepada pihak-pihak yang terlibat. Atas dasar itulah, kata Asep, penyelidikan dugaan pungli di rutan KPK cukup memakan waktu yang lama. Itu karena tim menemukan banyak transaksi mencurigakan diduga terkait pungli di rutan KPK.
"Clue aja kenapa ini agak lama ya, karena ini banyak, transaksinya tidak hanya satu kali transaksi, sehingga kita masih memerlukan waktu," kata Asep Guntur saat dikonfirmasi, Jumat (7/7/2023).
Asep mengakui, dugaan pungli di rutan KPK bukan hanya dilakukan oleh satu atau dua orang. Dugaan pungli di rutan KPK diduga sudah lama terjadi dan melibatkan banyak pihak. Pihak-pihak yang terlibat di antaranya para tahanan dan oknum petugas rutan. Saat ini, KPK sedang mengklarifikasi pihak-pihak yang terlibat.
"Nah terhadap orang-orang itu, itu semuanya juga kita akan susuri. Juga ditanyakan kenapa ini lama? Kenapa enggak segera? Padahal ini terjadi di dalam, ini karena memang banyak orang atau banyak pihak yang harus diklarifikasi," ujarnya.
Asep masih enggan membeberkan lebih detil proses penyelidikan dugaan pungli di rutan KPK. Sebab, penyelidikan bukan untuk konsumsi publik. Tapi, ia berjanji menjelaskan lebih rinci terkait dugaan pungli di rutan KPK setelah ditemukan bukti yang cukup.
"Nanti setelah masuk penyidikan dan dilakukan konpers, nanti kita akan jelaskan. Tapi saat ini masih dalam penyelidikan, kita hanya bisa menginformasikan bahwa lamanya itu karena memang harus mengkonfirmasi beberapa pihak yang terkait dengan masalah tersebut," ucapnya.