JAKARTA - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo kembali menyoroti pungutan di sekolah negeri di wilayah yang dipimpinnya. Hal itu nampak dari unggahan video di Instagram resminya.
Dalam video singkat itu, Ganjar yang juga Bakan Calon Presiden (Bacapres) pada Pilpres 2024, nampak berbincang dengan salah satu siswa SMK Negeri pada sebuah acara.
"Saya asal sekolah dari SMK 1 Sale," ujar siswi cantik berkerudung itu memperkenalkan dirinya ke Ganjar, seperti dikutip, Selasa (11/7/2023).
Kemudian apakah dirinya membayar saat sekolah? Sang siswi itu pun menjawab bayar untuk uang gedung.
Mendapat jawab itu, Ganjar pun terkejut masih ada sekolah negeri yang berani memungut biaya pada para peserta didik. Sebab saat ini, semua sudah gratis.
"Infaq," kata sang siswi meluruskan informasinya.
"Iya, infaqnya berapa?" Ganjar kembali bertanya.
"Setiap naik kelas beda. (Terkahir) Rp300 ribu,"
Ganjar lalu bertanya kepada siswa lainnya apakah keterangan itu benar? Dan seluruh siswa pun mengiyakan apa yang dikatakan siswi cantik itu.
"Iki ciri-ciri kepala sekolahe, bar iki masalah karo gubernure (Ini ciri-ciri kepala sekolahnya setelah ini bermasalah dengan Gubernurnya)," kata Ganjar yang mendapat tepuk tangan dari seluruh siswa.
Dirinya menyindir, pungutan tersebut merupakan kreatifikas pihak sekolah.
"Sudah kita larang tidak boleh ada pungutan, tetap ngeyel. Oh ini bukan pungutan Pak Gubernur, infaq. Saya pastikan itu nanti dikembalikan! Kalau enggak kepala sekolahnya saja yang suruh berhenti jadi kepala sekolah," kata Ganjar.
Dalam caption unggahannya itu, Ganjar menegaskan seluruh SMA Negeri dan sederajat di Jateng semuanya gratis. "Apapun sebutannya, pungutan tetap pungutan. Mau disebut infaq, iuran, atau semacamnya, itu tetap pungutan. SMAN/SMKN/SLBN se-Jateng Gratis!" tulis Ganjar.
(Angkasa Yudhistira)