Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah TNI Taklukkan Pertahanan Permesta di Gunung Potong Sulawesi

Erha Aprili Ramadhoni , Jurnalis-Minggu, 23 Juli 2023 |06:14 WIB
Kisah TNI Taklukkan Pertahanan Permesta di Gunung Potong Sulawesi
TNI taklukkan Permesta. (Ist)
A
A
A

PADA 1958, setelah berhasil menguasai Manado dari Permesta, RPKAD masih ditempatkan di Sulawesi Utara (Sulut). Setelah akhirnya satu per satu kota dapat direbut, ada satu perisitiwa penting, yaitu penaklukan pertahanan Permesta di Gunung Potong.

Gunung Potong merupakan sebagian dari pertahanan Permesta yang terletak di antara Bukit Conggaan dan Patahan. Susunan pertahanannya berlapis-lapis di antara bukit berbatu, di setiap lubangnya terdapat senjata berat, dan medannya sangat menguntungkan musuh.

Pasukan Permesta yang berada di sana merupakan pasukan yang dipimpin Mayor Permesta Yan Timbuleng.

Pada 29 Agustus 1958, Komando Operasi Merdeka mengirim satu tim RPKAD di bawah pimpinan Letnan A Kodim dan KKO yang dipersenjatai artileri dan kavaleri.

Namun, rencana penyerangan gagal dikarenakan medan yang berat dan jurang-jurang yang dalam, padahal sasaran tinggal 100 m lagi. Dengan kegagalan itu, RPKAD menyusun ulang rencana dalam 4 hari untuk melakukan raid penghancuran ke Gunung Potong.

Satu Peleton pasukan RPKAD di bawah pimpinan Sersan Mayor Soetarno yang dibantu satu kompi KKO dan seorang penunjuk jalan menjalankan operasi tersebut pada 2 September 1958.

Tim RPKAD berjalan melalui jalan yang tidak akan diperkirakan musuh. Jalan tersebut penuh semak belukar dengan medan jurang berbatu, ditambah lagi dalam keadaan gelap gulita. Pada pukul 2 pagi, pasukan sampai pada pertahanan Permesta, namun karena adanya gonggongan anjing Permesta, mereka berhenti sementara dan berbalik menuju bukit yang paling tinggi.

Setelah sampai di puncak bukit, tim RPKAD menemukan jalan setapak yang dipenuhi semak belukar yang ternyata mengarah ke pos musuh. Setelah akhirnya berjarak 25 meter dari pos musuh, terlihat personel Permesta yang sedang menghangatkan badan di tungku api.

Tim pun segera membagi tugas untuk melakukan penyerangan. Ditempatkan penembak bren, penemmbak launcher, dan penembak granat untuk setiap pos yang akan diserang.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement