Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Hadapi Ancaman Keutuhan NKRI, Tentara Siap Tempur!

Angkasa Yudhistira , Jurnalis-Selasa, 25 Juli 2023 |05:53 WIB
Hadapi Ancaman Keutuhan NKRI, Tentara Siap Tempur!
Panglima TNI Yudo Margono (Foto: Puspen TNI)
A
A
A

JAKARTA - Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono setuju dengan Konsep Umum Kampanye Militer (KUKM) mulai embarkasi lintas laut dan lintas udara sampai pemberangkatan, baik alutsista maupun personel yang akan melaksanakan operasi tersebut, mulai dari operasi pendahuluan, operasi pokok, hubungan dapat terlaksana dengan lancar.

Hal tersebut disiapkan dalam menghadapi ancaman terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Panglima TNI mengatakan itu setelah mendengar paparan KUKM oleh Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Andyawan Martono selaku Panglima Komando Tugas Gabungan (Pangkogasgab) II dalam Latgab TNI 2023 di Ruang Pusat Olah Yudha Sesko TNI, Bandung, Jawa Barat, Senin 24 Juli 2023.

Untuk operasi pendahuluan, kata Panglima TNI, harus betul-betul dilaksanakan dan dijaga kerahasiaan sehingga musuh dapat terdadak dan operasi pokok dapat berjalan baik aman dan terkendali.

"Saya setuju dengan Konsep Umum Kampanye Militer yang disampaikan oleh Pangkogab, segera disusun rencana operasi. Saya bisa memutuskan untuk waktu yang ditentukan akan melaksanakan dan dikeluarkannya perintah operasi," kata Panglima TNI dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (25/7/2023).

Laksamana TNI Yudo mengingatkan agar dalam merumuskan konsep operasi jangan terlalu ruwet. Suatu keputusan dalam melaksanakan operasi militer sebenarnya hanya menyangkut operasi pendahuluan, kemudian operasi pokok, dan yang lain hanyalah operasi dukungan.

"Operasi pendahuluan sebenarnya diawali dengan operasi khusus. Operasi dukungan walaupun pelaksanaannya di depan tapi masuknya terakhir, sehingga lebih jelas mana operasi pendahuluan dan mana operasi pokok serta mana operasi dukungan," tuturnya.

Setelah pemaparan KUKM dilanjutkan dengan Tactical Floor Game (TFG), Pangkogabwilhan II menyampaikan bahwa TFG ini adalah simulasi manuver lapangan oleh masing-masing Kogasgab dalam menghadapi ancaman global/lingkungan strategis dan sesuai dengan perkembangan teknologi dihadapkan Indonesia sebagai negara kepulauan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement